nada-nadamu mengajak hatiku bernyanyi…

42 Komentar

aku mulai bisa menulis lagi…

ya aku mulai bisa menulis lagi..

menulis rasa yang kemarin sempat mati.

menulis pikiran yang stuck tak berseni.

menulis cinta yg kupikir sudah rest in galau.

aku kembali.

yahh aku kembali.

pada keceriaanku yang dulu.

pada senyumku yang sempat memuai ditetesan air mata.

pada keinginanku untuk menulis lagi..

menulis untuk menebus lembaran cerita yang pernah kutumpahkan dengan tinta.

menulis untuk melukiskan keceriaanku lagi.

menulis untuk rasa syukurku atas lembar yang mulai berwarna putih ini…

menulis untuk menghadiahkan kado teristimewa untuk adamku dari Bapaku.

“kamu sedang apa??”

–aku disini sedang menulis untuk mu. di kaca yang berembun. di sini hujan. aku pikir menulis di saat hujan membuatku pintar untuk menulis lagi. ditemani suara rintiknya yang membuatku rindu kamu ada disini. seperti waktu itu..ketika kau duduk berhadapan dengan laptopmu dan aku duduk disisimu sambil bertanya dengan cerewetnya. sore itu kamu bilang, “kamu cerewet banget sii..sama kaya rintik hujan” sambil membelai rambutku dan menatapku penuh sayang. dan mulai saat itu..aku suka sama rintik hujan.

–sebentar yaa..aku bikin teh dulu.

upppss…lagi-lagi harum teh mengingatkan aku pada mu. aku suka buatin kamu teh hangat waktu kamu datang bertandang ke rumahku. setelah itu aku masakin kamu semangkuk indomie rebus dan sebutir telur pake cabe rawit hijau. sabtu malam itu kamu bilang, “mmm..enakk..pantes kamu keriting manis..masak mienya enak” aku pun tersipu malu dan mengecup keningmu.

“oiaa..kau tau..disini hujan masih menemaniku menulis. petirnya jadi backsoundku.entah kenapa aku suka hujan hari ini. padahal kemarin aku sempat menangis saat hujan mulai mempesona di balik jendela. itu karna kemarin aku sangat merindumu. tapi kini sudah tidak lagi. sejak hujan habis. air mataku pun habis. dan sekarang hujan datang lagi ternyata air mataku sudah  beganti menjadi pelangi. kau tau karna apa?? karna kau sudah bukan awanku lagi. awan sudah berganti menjadi langit. dan sejak saat itu aku suka sama langit. aku mulai berteman dengan matahari. dengan bulan. dengan venus. bahkan aku sempat duduk ditangga menuju bintang. dan kau tau?? saat aku bermain bersama mereka, aku ingat ucapan, “kalau ada jarak yang misahin kita, kita lihat aja bulan..karna kita tetap melihat bulan yang sama. itu berarti kita saling bertatapan.” dulu hatiku terenyah mendengar ucapan itu. tapi sekarang engga lagi. karna kita sudah ada di siang hari. aku pun tersenyum ketika akhirnya aku kuat mengetik kalimat terakhirku.

–aku sedang menatap ponselku. lalu mengambilnya dan mulai memutar gambar.

dulu aku hanya menunggumu diponselku. tak kusentuh takut jariku tanpa sengaja menekan tombol end padahal sinyalmu tengah tersalur ke 12 digitku. tapi phobia itu sudah sembuh sekarang. buktinya jemariku sudah lincah bermain diatas tuts kibord memainkan fitur handphoneku yang baru. dan kuputuskan untuk tidak menyimpan nomormu karena aku takut naluriku ingin sekali menghubungimu.sekali pun sejujurnya aku masih ingat 24 digit nomormu.

pagi ini aku sudah di kantor. sepanjang perjalanan aku tidur. mataku terasa berat sekali. tapi entah kenapa klik aja saat sampai ditempat dengan mataku yang mulai melek. kau tau sepanjang aku memejamkan mata?? aku teringat memori dulu..karna jalan yg aku lalui setiap pagi jalur kita dulu di atas dua roda. kau tau?? untuk mengganti wajahmu disepasang mata coklatku saat terpejam aku rela berdiri supaya aku tidak duduk untuk memejamkan mata.karna sekarang aku takut untuk memejamkan mata karena senyummu pasti datang .

komputerku sudah rusak. aku ingin ganti netbook saja. biar bisa kujinjing kemanapun aku melangkah. biar aaku bisa mengetik dimanapun aku ingin menulis tentang dia. ya..diaa.

kau tau??

bagiku kau seorang yang spesial. spesial diusiaku yang kemarin. dan kini aku sudah bersama menjadi seorang yang spesial. spesial yang abadi. dan aku sudah jatuh cinta padanya!

dan ini yang harus kau tau….

aku tidak lagi didalam kotak ungu. aku sudah terbang layaknya burung pipit yang berkicau melewati hijau yang rimbun. menabrak garis-garis sinar oranye dan bertengger diranting coklat tua. mematokkan paruhku pada si merah delima yang manis.

dan sejak itu aku sudah bisa menulis lagi. lancar!

..tentang cinta yang mengalun minor dan mayor ditangga nada hati kita. aku menyayangimu karna kasihmu yg merdu. kau bernyanyi dengan tenor dan aku disini menopangmu dengan altoku. iringan pianomu menjadi musik hidup kita…

…do re mi fa so la si do berdenting merdu di atas tuts-tuts keyboard. layaknya kagum yang me-RE menuju nada FA..naik menjadi nada LA menjadi sayang dan kita tengah mengalun di nada SI dengan untaian kasih dan soul kasihmu, tenorku…

aku selalu tersenyum disetiap kau memainkan nada dengan khas tenormu..

aku selalu terkagum kala kau mulai menarikan lenganmu didepan barisan yang kau sebut harmonisasi not yang mengalun merdu..

aku selalu bangga kala kau mulai bersolo dengan “forever” mu..

falsku mulai merdu kalau kau mulai menatapku dan menyaringkan suaramu didepan wajahku yang tersenyum malu..

altoku mulai menggema ketika mata sipitmu mengedip meluapkan semangatku menerjang not-not minor yang sangat sulit aku nyanyikan..

ekspresiku mulai cantik disetiap kau melemparkan pandanganmu di alto, menatapku penuh cinta beberapa kali..

tersenyum kudisini sambil memandang senyummu yg terlukis dipotret biru.menari kudisini dgn iringan simfoni lagu yg kau rekam untukku.kuingin kau selalu hadir dalam stiap hela kubernafas karna:aku adalah kamu & kamu adalah aku.dan kita ada didalam DIA

itu gumaman hatiku saat ini..

dan kau tau ini balasnya:

ajarku menulis..untuk mengerti bahasamu..kata yang kau rangkai untuk memujiku..karna kata itu aku kau jadikan lirik..lirik lagu untuk terima kasihku kepada Sang Pencipta atas sayangmu pada hatiku

makasii cintaa..wish u’re the last.

tentang cinta yang mengalun minor dan mayor ditangga nada hati kita. aku menyayangimu karna kasihmu yg merdu. kau bernyanyi dengan tenor dan aku disini menopangmu dengan altoku. iringan pianomu menjadi musik hidup kita…ļ»æ 

…do re mi fa so la si do berdenting merdu di atas tuts-tuts keyboard. layaknya kagum yang me-RE menuju nada FA..naik menjadi nada LA menjadi sayang dan kita tengah mengalun di nada SI dengan untaian kasih dan soul kasihmu, tenorku…

aku selalu tersenyum disetiap kau memainkan nada dengan khas tenormu..

aku selalu terkagum kala kau mulai menarikan lenganmu didepan barisan yang kau sebut harmonisasi not yang mengalun merdu..

aku selalu bangga kala kau mulai bersolo dengan “forever” mu..

falsku mulai merdu kalau kau mulai menatapku dan menyaringkan suaramu didepan wajahku yang tersenyum malu..

altoku mulai menggema ketika mata sipitmu mengedip meluapkan semangatku menerjang not-not minor yang sangat sulit aku nyanyikan..

ekspresiku mulai cantik disetiap kau melemparkan pandanganmu di alto, menatapku penuh cinta beberapa kali..

tersenyum kudisini sambil memandang senyummu yg terlukis dipotret biru.menari kudisini dgn iringan simfoni lagu yg kau rekam untukku.kuingin kau selalu hadir dalam stiap hela kubernafas karna:aku adalah kamu & kamu adalah aku.dan kita ada didalam DIA

ajarku menulis..untuk mengerti bahasamu..kata yang kau rangkai untuk memujiku..karna kata itu aku kau jadikan lirik..lirik lagu untuk terima kasihku kepada Sang Pencipta atas sayangmu pada hatiku

Hitam itu mulai memutih….

aku mulai bisa menulis lagi…

ya aku mulai bisa menulis lagi..

menulis rasa yang kemarin sempat mati.

menulis pikiran yang stuck tak berseni.

menulis cinta yg kupikir sudah rest in galau.

aku kembali.

yahh aku kembali.

pada keceriaanku yang dulu.

pada senyumku yang sempat memuai ditetesan air mata.

pada keinginanku untuk menulis lagi..

menulis untuk menebus lembaran cerita yang pernah kutumpahkan dengan tinta.

menulis untuk melukiskan keceriaanku lagi.

menulis untuk rasa syukurku atas lembar yang mulai berwarna putih ini…

menulis untuk menghadiahkan kado teristimewa untuk adamku dari Bapaku.

“kamu sedang apa??”

–aku disini sedang menulis untuk mu. di kaca yang berembun. di sini hujan. aku pikir menulis di saat hujan membuatku pintar untuk menulis lagi. ditemani suara rintiknya yang membuatku rindu kamu ada disini. seperti waktu itu..ketika kau duduk berhadapan dengan laptopmu dan aku duduk disisimu sambil bertanya dengan cerewetnya. sore itu kamu bilang, “kamu cerewet banget sii..sama kaya rintik hujan” sambil membelai rambutku dan menatapku penuh sayang. dan mulai saat itu..aku suka sama rintik hujan.

–sebentar yaa..aku bikin teh dulu.

upppss…lagi-lagi harum teh mengingatkan aku pada mu. aku suka buatin kamu teh hangat waktu kamu datang bertandang ke rumahku. setelah itu aku masakin kamu semangkuk indomie rebus dan sebutir telur pake cabe rawit hijau. sabtu malam itu kamu bilang, “mmm..enakk..pantes kamu keriting manis..masak mienya enak” aku pun tersipu malu dan mengecup keningmu.

“oiaa..kau tau..disini hujan masih menemaniku menulis. petirnya jadi backsoundku.entah kenapa aku suka hujan hari ini. padahal kemarin aku sempat menangis saat hujan mulai mempesona di balik jendela. itu karna kemarin aku sangat merindumu. tapi kini sudah tidak lagi. sejak hujan habis. air mataku pun habis. dan sekarang hujan datang lagi ternyata air mataku sudah  beganti menjadi pelangi. kau tau karna apa?? karna kau sudah bukan awanku lagi. awan sudah berganti menjadi langit. dan sejak saat itu aku suka sama langit. aku mulai berteman dengan matahari. dengan bulan. dengan venus. bahkan aku sempat duduk ditangga menuju bintang. dan kau tau?? saat aku bermain bersama mereka, aku ingat ucapan, “kalau ada jarak yang misahin kita, kita lihat aja bulan..karna kita tetap melihat bulan yang sama. itu berarti kita saling bertatapan.” dulu hatiku terenyah mendengar ucapan itu. tapi sekarang engga lagi. karna kita sudah ada di siang hari. aku pun tersenyum ketika akhirnya aku kuat mengetik kalimat terakhirku.

–aku sedang menatap ponselku. lalu mengambilnya dan mulai memutar gambar.

dulu aku hanya menunggumu diponselku. tak kusentuh takut jariku tanpa sengaja menekan tombol end padahal sinyalmu tengah tersalur ke 12 digitku. tapi phobia itu sudah sembuh sekarang. buktinya jemariku sudah lincah bermain diatas tuts kibord memainkan fitur handphoneku yang baru. dan kuputuskan untuk tidak menyimpan nomormu karena aku takut naluriku ingin sekali menghubungimu.sekali pun sejujurnya aku masih ingat 24 digit nomormu.

pagi ini aku sudah di kantor. sepanjang perjalanan aku tidur. mataku terasa berat sekali. tapi entah kenapa klik aja saat sampai ditempat dengan mataku yang mulai melek. kau tau sepanjang aku memejamkan mata?? aku teringat memori dulu..karna jalan yg aku lalui setiap pagi jalur kita dulu di atas dua roda. kau tau?? untuk mengganti wajahmu disepasang mata coklatku saat terpejam aku rela berdiri supaya aku tidak duduk untuk memejamkan mata.karna sekaang aku takit untuk memejamkan mata karena senyummu pasti datang .

Lumbandairi-Parparean, Porsea

Tinggalkan komentar

Hutaku

aku tak punya alasan untuk tidak mencintai kampung ini..

kampung, yang menjadi bagian dari hidupku..
aku suka bau ternak babi,
aku suka matahari yang selalu terlambat bangun,
aku suka asap dari hembusan nafasku setiap pagi..
aku suka anak-anak yang berbincang dengan bahasa khas mereka..
aku suka hare soto, aku suka bakwan dengan bau minyak tanah, aku suka limun..
aku suka sawah, gunung, kebun jagung, bau limbah, lumpur, pohon..
aku suka ketika aku bisa menyentuh puncak gunung..

aku suka alam di kampung ini..

aku suka rumah opung..

aku suka Lumbandairi-Parparean, PORSEA.
aku selalu rindu tempat ini, dan segala sesuatu yang ada disini.

Lihat pos aslinya

happy birthday..

18 Komentar

heii kamu yang beberapa jam lagi akan berulang tahun..

sebelum semua orang mengucapkan selamat ulang tahun padamu. aku terlebih dulu mengucapkannya. tanpa kusampaikan padamu. karena aku tau kita sudah terlalu jauh.

akan kusampaikan lewat rasa yang terpendam jauh meninggalkan masa lalu yang berbunga-bunga juga kelam. kita telah meninggalkannya di belakang sana. kau dan aku..

dan bahkan kita sudah memulainya dengan buku baru yang kita tidak saling tahu bagaimana kita sekarang.

yang pasti aku akan selalu mengingat kata-katamu, “sekalipun aku masih mencintaimu tapi aku akan memperjuangkan wanita masa depanku. bukan wanita masa laluku.”

aku yakin, kau pria terbaik dihati wanita manapun. karena begitu aku mengakuinya. dan terlambat mengakuinya.

dan aku meyakini itu darimu. karena aku sungguh mengenal hatimu yang dulu pernah bersamaku.

haiii…kemarin kau masih mencintaiku. mungkin itu alasan diluar dari semua benangkusut masa lalu kita. yang sebenarnya adalah. karena kau masih mencintaiku. bukan mengasihiku. dan alasan kedua. karena aku layaknya masih untuk dicintai. bukan untuk dikasihi. sekarang…belajarlah untuk mengasihišŸ˜‰

aku yakin kau sudah mulai menyayanginya. mencintainya. dan mungkin mengasihinya juga.

sekalipun hatiku gemetar disini. aku ikhlas. kau juga yang mengajarkannya padaku dulu. dan kau tahu?? bahkan aku bisa tersenyum sekalipun hidungku sedang flu.

“happy birthday”

itu yang bisa kuucapkan hari ini.

untuk hutangku.

mungkin aku tak layak lagi memberinya padamu.

karena hutangku begitu bermakna bagiku.

bukan sekedar memberi tapi aku takut ada harapan besar disana. aku tidak berani menembus benang-benang halus yang sudah terajut dijarak antara aku dan kau. biarlah semua masa lalu menjadi cerita terindah dalam hidupku. bagiku kau yang pertama. maka aku mau jadi yang pertama di tahun ini. sekalipun aku tahu kau sudah tak menganggapku ada.

sekalipun kenyataan tak seindah cita dimasa lalu. kini aku bersyukur pernah belajar mengasihi darimu. dan kau tetap yang terbaik bagiku.

aku tau..

mungkin kau sedang mempersiapkan hati yang terbaik dihari pertama usiamu yang baru. aku juga tau mungkin gadismu tengah mempersiapkan sesuatu yang sangat spesial dihari ulangtahunmu yang pertama bersama dia.

apapun itu, kalian tetap teman terbaikku.

with smilešŸ˜‰

Sola Gracia Vol. 1 Edisi “Alleluia”

4 Komentar

 

Sola Gracia Vol. 1 Edisi “Alleluia”

William Blake

3 Komentar

William Blake (1757 — 1827)
Submitted by team e-penulis on Kam, 18/03/2010 – 12:51pm

William Blake terlahir di London sebagai putra seorang Irlandia. Semasa muda ia bekerja sambil belajar memperoleh keahlian sebagai seorang pemahat di Royal Academy, dan membiayai hidupnya sebagai pembuat ilustrasi untuk penerbit London. Ia sering merasa lemah dan nyaris tidak pernah dihargai sepenuhnya oleh penulis lainnya pada zamannya. Namun kini, Blake dihormati sebagai salah seorang tokoh paling masyhur sepanjang sejarah puisi dan kesenian.

Seperti penyair lain dari era Romantik, Blake melihat ke alam dengan penuh rasa ingin tahu yang menyegarkan. Ia menemukan misteri dan keindahan dalam kehidupannya sendiri. Tulisan dan karya seninya serupa dengan penyair Romantik lain, yang masih menyisakan sifat individualis. Satu ciri khas penting dari kepenulisannya ialah kebergantungannya pada simbol yang begitu rumit. Simbol-simbol itu kini telah menjadi jelas dan dipahami sepenuhnya oleh beberapa pembacanya.

Puisi awal Blake mampu bertutur sederhana seperti kanak-kanak. Puisinya yang dikenal paling baik ditemukan dalam “Songs of Innocence” (Kidung Kesucian), diterbitkan pada 1789, dan “Song of Experience” (Kidung Pengetahuan), diterbitkan 5 tahun kemudian. Setiap anak sekolah sudah di Inggris diajar tentang “The Tyger”, yang dimulai dengan “Tyger! Tyger! Burning bright, in the forest of the night.” (Macan! Macan! Nyala t’rang, di hutan tengah malam)

Pada bagian pendahuluan “Songs of Innocence”, ia menulis:

“Piping down the valleys wild, Piping song of pleasant glee, On a cloud I saw a child, And he layghing said to Me.”

(Bermain suling di lembah, Main-kan lagu riang gembira, Di awan tampaklah bocah, Ia tertawa dan berkata.)

Kecintaan Blake pada binatang sebagaimana kecintaannya pada anak-anak, tampak dalam puisinya, “Auguries of Innocence” (Ramalan Kesucian) yang berisi bait, “A Robin Red Breast in a Cage, Puts all Heaven in a Rage.” (Murai Merah di Sangkar, Semua di Surga Gusar)

Munculnya perasaan untuk anak-anak dan binatang ini berasal dari kecintaan yang teramat hebat akan kebebasan; suatu kecintaan yang cenderung anarkis. Ia menyambut Revolusi Perancis dan menerima gagasan politiknya.

Buku pertama Blake tentang puisinya dicetak pada 1783, dan mencakup karya yang ditulis ketika ia masih remaja. Buku selanjutnya, seperti “Milton and Jerusalem” (Milton dan Yerusalem) dipublikasikan dengan beberapa ukuran, di antaranya diwarnai rancangan tangan Blake sendiri. Di dalam buku ini, teks dan ornamennya disatukan secara utuh, untuk dibaca dan ditafsirkan bersama-sama. Pada 1790, karya utama Blake berupa prosa dan lukisan, “The Marriage of Heaven and Hell” (Pernikahan Surga dan Neraka), menyerang realitas sesuatu dan menolak wewenang otoritas. Karya Blake yang lain, seperti “Vala and The Four Zoas” (Vala dan Empat Zoa), berisi karakter yang kompleks dengan gagasan mistik.

Tulisan utama Blake juga memberikan gambaran tentang penulis yang lain. Ia menulis ilustrasi-ilustrasi untuk kitab Ayub dari Perjanjian Lama dan “Divina Commedia” (Komedi Surgawi), yang dianggap sebagai karya agung Dante.

surat untuk kekasih…

40 Komentar

Hujan datang lagi sayang..
menyapaku dipagi hari..
hari ini mentari menyimpan senyum manisnya dan membiarkan hujan melompat-lompat disuiterku..
semua kembang bernyanyi senang diiringi musik sang rumput yang bergemericik dan dentuman bass sang pohon..

pagi ini milik mereka..
burung enggan terbang..
mereka hanya berkicau di sarang..
menolong ayam jantan berkokok menyambut pagi..
tampaknya mereka malas untuk bersay hello pada mentari yang pemalu..

jam segini..jam 07.45
aku masih duduk manis di metromini menuju cempaka mas.
sama seperti ayam dan burung, aku rasanya betah untuk mendengkur dibawah selimut merah mawar..alhasil aku kesiangan!!

tak ada copet pagi ini..
mungkin mata mereka masih terpejam.
atau mungkin saja mereka sudah puas karna semalam berhasil merampok sebuah rumah. dan yang lebih membahagiakan kalau mereka sudah didalam sel karena diciduk polisi..
hahaaaaa…
tapi polisi juga copet. uupppsss bukan!!
lebih tepatnya bajak darat.
lihat saja man behind the brown uniform itu di perempatan lampu merah…..
ckckckkkkkkk……mencoreng citra!!!
korbannya juga bandel!
hmmppp…dunia sekarang.
ada-ada saja!!

jam 8 tepat.
aku masih berdiri di pintu halte busway menunggu jemputan abu-abu itu datang menuju kali deres. lama sayang…
aku yakin pasti telat.
sepertinya aku harus pasrah. mengalah pada hujan. dia jagoan pagi ini.
dan supir busway pun sepertinya juga malas menyetir trayek jauh, pulogadung-kalideres.
mereka mungkin ngantuk dan lemas karena hujan, jadi memilih aman untuk ambil jarak hanya sampai harmoni.

oia…
apa kabar pagimu sayang??
daritadi aku sibuk bercreita.
yaa..karena aku tau kau pasti sedang jaga pagi atau masih briefing bersama dokter-doktermu. atau pilihan ketiga kamu sedang belajar keras meriview semua ilmumu..
aku percaya jadwalmu selalu itu tiap harinya. dan aku lega kau sehat dan setia. yang lebih menghiburku karena kau yakin aku setia menunggumu.
terima aksih sayang…
apapun itu dan siapaun itu tak penting buatku..
yang terpenting buatku adalah kau pulang dengan gelarmu lalu kau meminangku dan kita membangun bahtera kasih yang sudah tak sabar kita miliki.

sayang tau kah kau??
blog yang kau buat untukku kini dikunjungi banyak pembaca.
aku jadi semakin giat menulis..
sepertinya surat-suratku untukmu cerminan hati semua gadis yang tengah setia menjalin hubungan jarak jauh dengan adamnya di sebrang sana.
aku senang karena aku tak sendiri disini..
akami seakan punya kedekatan atas rindu yang sama.
kami seakan mengerti bagaimana harus berkeluhkesah dan akhienya tertawa bersama lewat tulisan-tulisan rindu serindu-rindunya.
kala kami harus saling mengautkan kala diantara kami sampir menyerah dengan kesendiriannya.
kami tau ini sangat sulit, tapi kami tidak pernah berhenti berjuang untuk saling mengingatkan menjadi pacar setia untuk kebersamaan yang abadi.
karna kami yakin, kalian yang meninggalkan kami untuk sementara ini pasti seallu berdoa dan menyebut nama kami, memohon kepada Yang Maha Kasih untuk tetap sabar dan tersenyum merekah saat kalian pulang.

sayang..
aku masih di transjakarta.
padahal sudah jam 08.30 dan seharusnya aku sudah duduk berhadapan dengan komputerku.
komputer yang kemarin menjadi mediaku.
untuk membalassemua emoticons lucu yang menggemaskan darimu. komputer yang kemarin aku gunakan untuk memainkan fb mu. sekarang pun masih itu sayang..masih komputer yang sama. masih hal yang sama yan aku tulis. klickmouse. yang kini jadi media rindu gadis-gadis LDR..

Kapan kau tidak sibuk sayang??

Ketika kesempatan itu ada, aku yakin aku sedang membaca tulisan ini.

Rinduku padamu.

Dan saat kau membaca tulisan ini aku akan mengatakan kalau aku sangat riindu padamu. Sangat rindu…sangat rindu…sangat rinduuuuuuuuuuuuuu…aku rindu sayang…sangat…………..muaaacchhhh…muuuuaaaccchhh……menarilah dan terus tertawa sayang…..katakanlah kalau kau juga rindu padaku….aku bisa mendengarnya di sini…bahkan jantungku langsung berdetak ketika kau mengatakan itu sepenuh hatimu..dan pada saat itu aku tau kalau kau sudah membaca tulisanku ini.

dan bersyukurlah sayang karena anugerah kekuatan cinta masih dihati kita sampai detik ini dan masih penuh pengharapan sampai selamanya. kalau aku, aku yakin setia menantimu di sini. tak perlu kau ragukan aku…..

sayang…

aku hampir sampai di harmoni.

sekalipun sudah di jam 09.45

aku mengetik ini di samsung biruku..

menemani perjalanan panjang dan lama ini.

sayang…

aku tau kau tak punya banyak waktu untuk membaca hiburan. ini hanya sekedar refreshing lalu kau kembali mengambil diktatmu. setidaknya kau sangat terhibur membaca suara hatiku dan otak doktermu kembali segaršŸ˜‰

kembalilah b eljar sayang…

jangan khawatirkan aku.

aku aman bersama keluarga dan perjuangan kita.

sssttt…keep prayingšŸ˜‰

aku yang merindukan tenormu menyanyi di sini..loveyousomuch—

sekotak coklat – stroberi..

23 Komentar

kuambil sekotak coklat stroberi dan kubuka pita oranye yang tersimpul diatasnya..
sekejap kuteringat senyummu yang berseri-seri saat kotak hijau ini kau letakkan diatas kedua telapak tanganku.
aku pun tersenyum mengenang saat itu.
kubiarkan semua memori itu berputar dikepalaku layaknya roll film yang sedang bermain menjadi sebuah memmorize movie in a most missing brain…

aku..
menjemput sebutir coklat bulat dengan messes warna-warni, dengan kedua jariku..ibu jari dan telunjuk..
katamu saat itu, “tau ga yang?? buat aku coklat bulat ini pipi tembem aku yang suka kamu cubit-cubitin pake telunjuk dan jempol kamu.messes ini warna-warni kutek kamu.” aku pun berseri-seri dan mencubit pipi tembemnya. gelak kami pun mulai berkicau.

Kusentuh butir coklat kedua berbentuk hati yang dilapisi cream berwarna putih.
“nah..kalo ini hati aku yang selalu manis untuk kamu miliki dan cream putih itu tanda kalau aku ga hanya sayang sama kamu, tapi aku mengasihimu tulus.” ia pun bernyanyi dengan tenornya yang merdu **cinta suci hanyalah untukmu…dengarlah kasih kaulah dambaanku**.
senyumku pun terlukis lagi di wajahku. pastinya dengan mata berbinar-binar.

Kupejamkan mataku sesaat. Dan saat itu aku seperti melihat dia diwajahku. tersenyum dan membelai rambutku. mengangkat daguku dan mengatakan “tunggu aku sayang, secepatnya aku pulang”. aku seperti dikuatkan. dan aku pun mengangguk. tetesan air mata menggumpal dipelipis mataku. ketika dia hilang aku pun membuka mataku dan menyeka air mata.

sekarang butir coklat yang ketiga. sekotak coklat dengan toping titik-titik senyum.
“kalo ini apa yang?”

dia pun menatapku lama.

bibirnya bergetar seperti tertahan untuk mengatakan sesuatu

aku seperti tau apa yang akan dikatakan.

jemarinya meraih kepalaku kepelukannya. aku hanya diam. sepertinya aku ingin juga menangis. aku tau apa yang ia rasakan. irama jantungnya terdengar jelas ditelingaku. ia pun melepas ingatanku dan menggenggam tanganku yang masih memangku kotak coklat.

“itu artinya. seluas apapun kotak itu ia tetap memiliki batasan sudut. aku akan berangkat, sayang. secepatnya.. aku akan pendidikan. dan untuk beberapa waktu aku akan meninggalkanmu sendiri di kota ini. kita tidak bisa terus bersama dalam empat tahun seperti hari ini, kemarin…

mungkin kau akan rindu memelukku dimalam hari..

mungkin tak ada lagi tempat kau bermanja dan mengeluh ingin digendong..

mungkin tak ada lagi tempat kau memukul-mukul saat kau tertawa..

mungkin tak ada lagi yang kau tarik kerah bajunya untuk kau mengelap minyak gorengan yang menempel di bibirmu..

tapi kau harus tau..aku hanya sebentar. dan itu untuk kamu sayang..untuk masa depan kita. untuk rumah pohon. untuk gazebo bahtera. untuk ruang makan yang penuh candagembira. untuk kamar tidur yang hangat tempat kita melempar-lempar bantal. untuk kamu..untuk aku..untuk tempat kau menarik selimutmu dan bersandar didadaku selamanya setiap malam.

kalau kotak itu.

kotak itu luas..tapi punya sudut disetiap sisinya.dengan wajah smile yang menghiasi gelapnya coklat.

artikan dia seperti ini..

kotak luas artinya jarak antara kamu dan aku nanti.

tapi punya sudut yang menghubungkan garisnya..artinya disetiap jarak yang terbentang ada cinta yang menyatukan kita. ada cinta kamu ada cinta aku..

dan senyum itu…artinya ada senyum kebahagiaan yang melingkupi kerinduan kita baik nanti ketika aku disana maupun dimasadepan saat kita bersama untuk selamanya.

dan coklat ini..gelap warna itu kejujuran hati karna kita merasa sepi dan sendiri tapi yakinlah sayang coklat itu manis rasanya kesepian dan kesenderian kita itu akan terasa nikmat kala kita setia dan penuh pengharapan dan sangat manis rasanya kala kita berhasil berjuang diujungnya nanti. kalau kau terasa pahit di coklat yang kau kulum..itu fakta kalau suatu saat ada kesibukan yang membelit kita. dan disitulah hati kita diuji apakah kita kuat untuk saling mengasihi atau kalah dan kita berpaling. aku ingin kau menjadi wanita tangguh yang membuat aku menjadi seorang pria hebat. karena hanya kau yang bisa membuat jantungku berdetak lebih lamban dan sangat kencang.

sayang, aku mengasihimu..

lebih dari kau mengasihiku..

aku mencintaimu..

seperti matahariĀ  menyinari siangmu dan bulan menemani malammu..

kalau bulan itu tak kelihatan..berarti aku sedang fokus belajar.

tapi matahari selalu ada bukan??

setiap helaku bernafas pasti ada rindu yang tertulis di benak dan hatiku..dan itu namamu..Engrith Shanta Novandi Panjaitan.”

seketika itu ia mengeluarkan gelang bertuliskan namaku. dan ia sematkan di pergelangan tanganku.

aku menangis haru.

ia memelukku lagi sambil merapikan rambutku.

aku teringat itu di atas kasur tempat aku pernah dirawatnya ketika aku harus lemah terbaring sakit.

dertderttt….

ponselku bergetar..

—tenorimissyou..—

“sayang..”

“sayang..pasti kamu lagi kangenin aku yaa???”

air mataku jatuh lagi. mengangguk. tak mampuĀ  bersuara.

aku masih di sini…

16 Komentar

aku disini.
di tempat aku dan kau berjanji dulu.
ketika kita masih terikat hati dengan rasa yang sama. sayang.

tapi aku sendiri di sini. di bangku ini. di tempat dulu kau menggendongku saat aku hendak melompat dari kayu itu. di tempat aku dan kau menanam kertas kita. di tempat aku dan kau masih bisa saling bersandar. di tempat aku dan kau masih bisa merasakan getar yang sama ketika kita bertatapan.

aku disini masih membayangkan kenangan kita. yang dulu . yang bahagia. sangat penuh rindu. sangat tidak bisa dipisahkan. saat aku dan kamu saling mengusap wajah tanpa perlu mengeluarkan kata dan kita mengerti suara hati kita. aku dan kamu. aku di sini masih dengan kerinduan kalau akan ada lagi kita yang dulu. sekalipun mustahil kini.

kau tau?
aku masih jelas mendengar suara janji kita. di sini.. di tempat kita selalu bermain. di sini di tempat yang mungkin kau tidak akan kunjungi lagi. karna mungkin kau sudah menghapusnya.

buatku tentangmu semua mungkin kini..kalau kita melihat kenyataan. tapi aku merasa yakin entahlah masih begitu terasa walau mungkin hanya aku.

aku disini …

menantimu..

bukan !!

menanti masa depan.

mengenang masa lalu.

mencoba mengikhlaskan kenangan ini pergi bersama angin yang tebang meniup rokku yang terbang. sama seperti dulu ketika angin kencang meniup rokku dan aku tergelak tawa sambil memegang rokku dan berteriak memanggil namamu “maluu…” dan kau tersenyum tampan melihat aku bergirang. padahal hanya itu tapi cinta kita begitu mempesona sampai dijulangan emas dipuncak sanaa…

sekarang..biarlah aku melangkah untuk mengambil kertas kita sekali lagi. dan mengantonginya.

oia sayang..

kertas itu masih ada..kau baru tau kan??

aku saja yang menyimpannya.

karena aku tak pernah keberatan menyimpan tentang aku dan kamu.

sekalipun setelah menyimpan ini aku kan menangis lagi..

atau bahkan aku tak menangis lagi justru tersenyum puas..??

aku tak tahu..

yang pasti aku masih menunggumu sampai saat ini.

tapi bukan selamanya.

aku tau kau sudah tak bersama aku dan hati kita yang dulu.

izinkan aku menyimpannya.

dan mungkin saat kau membuka memori terdalam dihatimu dan ada aku disana. aku sudah tak bersama muĀ atau Ā kita lagi. kau harus tau..aku juga punya masa depan. yang pernah kau katakan itu kemarin, padaku.

sekali lagi kukatakan..

aku minta maaf atas hatimu yang terluka..

tapi aku tidak pernah berhenti mencintaimu..

jantungku berkedapkedip…itu karena kamu.

sampai akhir usiaku.

“pasien Nonna..jam keluar sudah habis, mari kita pulang”

–suster itu lalu mendorong keretaku–

Older Entries

%d blogger menyukai ini: