William Blake (1757 — 1827)
Submitted by team e-penulis on Kam, 18/03/2010 – 12:51pm

William Blake terlahir di London sebagai putra seorang Irlandia. Semasa muda ia bekerja sambil belajar memperoleh keahlian sebagai seorang pemahat di Royal Academy, dan membiayai hidupnya sebagai pembuat ilustrasi untuk penerbit London. Ia sering merasa lemah dan nyaris tidak pernah dihargai sepenuhnya oleh penulis lainnya pada zamannya. Namun kini, Blake dihormati sebagai salah seorang tokoh paling masyhur sepanjang sejarah puisi dan kesenian.

Seperti penyair lain dari era Romantik, Blake melihat ke alam dengan penuh rasa ingin tahu yang menyegarkan. Ia menemukan misteri dan keindahan dalam kehidupannya sendiri. Tulisan dan karya seninya serupa dengan penyair Romantik lain, yang masih menyisakan sifat individualis. Satu ciri khas penting dari kepenulisannya ialah kebergantungannya pada simbol yang begitu rumit. Simbol-simbol itu kini telah menjadi jelas dan dipahami sepenuhnya oleh beberapa pembacanya.

Puisi awal Blake mampu bertutur sederhana seperti kanak-kanak. Puisinya yang dikenal paling baik ditemukan dalam “Songs of Innocence” (Kidung Kesucian), diterbitkan pada 1789, dan “Song of Experience” (Kidung Pengetahuan), diterbitkan 5 tahun kemudian. Setiap anak sekolah sudah di Inggris diajar tentang “The Tyger”, yang dimulai dengan “Tyger! Tyger! Burning bright, in the forest of the night.” (Macan! Macan! Nyala t’rang, di hutan tengah malam)

Pada bagian pendahuluan “Songs of Innocence”, ia menulis:

“Piping down the valleys wild, Piping song of pleasant glee, On a cloud I saw a child, And he layghing said to Me.”

(Bermain suling di lembah, Main-kan lagu riang gembira, Di awan tampaklah bocah, Ia tertawa dan berkata.)

Kecintaan Blake pada binatang sebagaimana kecintaannya pada anak-anak, tampak dalam puisinya, “Auguries of Innocence” (Ramalan Kesucian) yang berisi bait, “A Robin Red Breast in a Cage, Puts all Heaven in a Rage.” (Murai Merah di Sangkar, Semua di Surga Gusar)

Munculnya perasaan untuk anak-anak dan binatang ini berasal dari kecintaan yang teramat hebat akan kebebasan; suatu kecintaan yang cenderung anarkis. Ia menyambut Revolusi Perancis dan menerima gagasan politiknya.

Buku pertama Blake tentang puisinya dicetak pada 1783, dan mencakup karya yang ditulis ketika ia masih remaja. Buku selanjutnya, seperti “Milton and Jerusalem” (Milton dan Yerusalem) dipublikasikan dengan beberapa ukuran, di antaranya diwarnai rancangan tangan Blake sendiri. Di dalam buku ini, teks dan ornamennya disatukan secara utuh, untuk dibaca dan ditafsirkan bersama-sama. Pada 1790, karya utama Blake berupa prosa dan lukisan, “The Marriage of Heaven and Hell” (Pernikahan Surga dan Neraka), menyerang realitas sesuatu dan menolak wewenang otoritas. Karya Blake yang lain, seperti “Vala and The Four Zoas” (Vala dan Empat Zoa), berisi karakter yang kompleks dengan gagasan mistik.

Tulisan utama Blake juga memberikan gambaran tentang penulis yang lain. Ia menulis ilustrasi-ilustrasi untuk kitab Ayub dari Perjanjian Lama dan “Divina Commedia” (Komedi Surgawi), yang dianggap sebagai karya agung Dante.