kuambil sekotak coklat stroberi dan kubuka pita oranye yang tersimpul diatasnya..
sekejap kuteringat senyummu yang berseri-seri saat kotak hijau ini kau letakkan diatas kedua telapak tanganku.
aku pun tersenyum mengenang saat itu.
kubiarkan semua memori itu berputar dikepalaku layaknya roll film yang sedang bermain menjadi sebuah memmorize movie in a most missing brain…

aku..
menjemput sebutir coklat bulat dengan messes warna-warni, dengan kedua jariku..ibu jari dan telunjuk..
katamu saat itu, “tau ga yang?? buat aku coklat bulat ini pipi tembem aku yang suka kamu cubit-cubitin pake telunjuk dan jempol kamu.messes ini warna-warni kutek kamu.” aku pun berseri-seri dan mencubit pipi tembemnya. gelak kami pun mulai berkicau.

Kusentuh butir coklat kedua berbentuk hati yang dilapisi cream berwarna putih.
“nah..kalo ini hati aku yang selalu manis untuk kamu miliki dan cream putih itu tanda kalau aku ga hanya sayang sama kamu, tapi aku mengasihimu tulus.” ia pun bernyanyi dengan tenornya yang merdu **cinta suci hanyalah untukmu…dengarlah kasih kaulah dambaanku**.
senyumku pun terlukis lagi di wajahku. pastinya dengan mata berbinar-binar.

Kupejamkan mataku sesaat. Dan saat itu aku seperti melihat dia diwajahku. tersenyum dan membelai rambutku. mengangkat daguku dan mengatakan “tunggu aku sayang, secepatnya aku pulang”. aku seperti dikuatkan. dan aku pun mengangguk. tetesan air mata menggumpal dipelipis mataku. ketika dia hilang aku pun membuka mataku dan menyeka air mata.

sekarang butir coklat yang ketiga. sekotak coklat dengan toping titik-titik senyum.
“kalo ini apa yang?”

dia pun menatapku lama.

bibirnya bergetar seperti tertahan untuk mengatakan sesuatu

aku seperti tau apa yang akan dikatakan.

jemarinya meraih kepalaku kepelukannya. aku hanya diam. sepertinya aku ingin juga menangis. aku tau apa yang ia rasakan. irama jantungnya terdengar jelas ditelingaku. ia pun melepas ingatanku dan menggenggam tanganku yang masih memangku kotak coklat.

“itu artinya. seluas apapun kotak itu ia tetap memiliki batasan sudut. aku akan berangkat, sayang. secepatnya.. aku akan pendidikan. dan untuk beberapa waktu aku akan meninggalkanmu sendiri di kota ini. kita tidak bisa terus bersama dalam empat tahun seperti hari ini, kemarin…

mungkin kau akan rindu memelukku dimalam hari..

mungkin tak ada lagi tempat kau bermanja dan mengeluh ingin digendong..

mungkin tak ada lagi tempat kau memukul-mukul saat kau tertawa..

mungkin tak ada lagi yang kau tarik kerah bajunya untuk kau mengelap minyak gorengan yang menempel di bibirmu..

tapi kau harus tau..aku hanya sebentar. dan itu untuk kamu sayang..untuk masa depan kita. untuk rumah pohon. untuk gazebo bahtera. untuk ruang makan yang penuh candagembira. untuk kamar tidur yang hangat tempat kita melempar-lempar bantal. untuk kamu..untuk aku..untuk tempat kau menarik selimutmu dan bersandar didadaku selamanya setiap malam.

kalau kotak itu.

kotak itu luas..tapi punya sudut disetiap sisinya.dengan wajah smile yang menghiasi gelapnya coklat.

artikan dia seperti ini..

kotak luas artinya jarak antara kamu dan aku nanti.

tapi punya sudut yang menghubungkan garisnya..artinya disetiap jarak yang terbentang ada cinta yang menyatukan kita. ada cinta kamu ada cinta aku..

dan senyum itu…artinya ada senyum kebahagiaan yang melingkupi kerinduan kita baik nanti ketika aku disana maupun dimasadepan saat kita bersama untuk selamanya.

dan coklat ini..gelap warna itu kejujuran hati karna kita merasa sepi dan sendiri tapi yakinlah sayang coklat itu manis rasanya kesepian dan kesenderian kita itu akan terasa nikmat kala kita setia dan penuh pengharapan dan sangat manis rasanya kala kita berhasil berjuang diujungnya nanti. kalau kau terasa pahit di coklat yang kau kulum..itu fakta kalau suatu saat ada kesibukan yang membelit kita. dan disitulah hati kita diuji apakah kita kuat untuk saling mengasihi atau kalah dan kita berpaling. aku ingin kau menjadi wanita tangguh yang membuat aku menjadi seorang pria hebat. karena hanya kau yang bisa membuat jantungku berdetak lebih lamban dan sangat kencang.

sayang, aku mengasihimu..

lebih dari kau mengasihiku..

aku mencintaimu..

seperti matahari  menyinari siangmu dan bulan menemani malammu..

kalau bulan itu tak kelihatan..berarti aku sedang fokus belajar.

tapi matahari selalu ada bukan??

setiap helaku bernafas pasti ada rindu yang tertulis di benak dan hatiku..dan itu namamu..Engrith Shanta Novandi Panjaitan.”

seketika itu ia mengeluarkan gelang bertuliskan namaku. dan ia sematkan di pergelangan tanganku.

aku menangis haru.

ia memelukku lagi sambil merapikan rambutku.

aku teringat itu di atas kasur tempat aku pernah dirawatnya ketika aku harus lemah terbaring sakit.

dertderttt….

ponselku bergetar..

—tenorimissyou..—

“sayang..”

“sayang..pasti kamu lagi kangenin aku yaa???”

air mataku jatuh lagi. mengangguk. tak mampu  bersuara.