aku disini.
di tempat aku dan kau berjanji dulu.
ketika kita masih terikat hati dengan rasa yang sama. sayang.

tapi aku sendiri di sini. di bangku ini. di tempat dulu kau menggendongku saat aku hendak melompat dari kayu itu. di tempat aku dan kau menanam kertas kita. di tempat aku dan kau masih bisa saling bersandar. di tempat aku dan kau masih bisa merasakan getar yang sama ketika kita bertatapan.

aku disini masih membayangkan kenangan kita. yang dulu . yang bahagia. sangat penuh rindu. sangat tidak bisa dipisahkan. saat aku dan kamu saling mengusap wajah tanpa perlu mengeluarkan kata dan kita mengerti suara hati kita. aku dan kamu. aku di sini masih dengan kerinduan kalau akan ada lagi kita yang dulu. sekalipun mustahil kini.

kau tau?
aku masih jelas mendengar suara janji kita. di sini.. di tempat kita selalu bermain. di sini di tempat yang mungkin kau tidak akan kunjungi lagi. karna mungkin kau sudah menghapusnya.

buatku tentangmu semua mungkin kini..kalau kita melihat kenyataan. tapi aku merasa yakin entahlah masih begitu terasa walau mungkin hanya aku.

aku disini …

menantimu..

bukan !!

menanti masa depan.

mengenang masa lalu.

mencoba mengikhlaskan kenangan ini pergi bersama angin yang tebang meniup rokku yang terbang. sama seperti dulu ketika angin kencang meniup rokku dan aku tergelak tawa sambil memegang rokku dan berteriak memanggil namamu “maluu…” dan kau tersenyum tampan melihat aku bergirang. padahal hanya itu tapi cinta kita begitu mempesona sampai dijulangan emas dipuncak sanaa…

sekarang..biarlah aku melangkah untuk mengambil kertas kita sekali lagi. dan mengantonginya.

oia sayang..

kertas itu masih ada..kau baru tau kan??

aku saja yang menyimpannya.

karena aku tak pernah keberatan menyimpan tentang aku dan kamu.

sekalipun setelah menyimpan ini aku kan menangis lagi..

atau bahkan aku tak menangis lagi justru tersenyum puas..??

aku tak tahu..

yang pasti aku masih menunggumu sampai saat ini.

tapi bukan selamanya.

aku tau kau sudah tak bersama aku dan hati kita yang dulu.

izinkan aku menyimpannya.

dan mungkin saat kau membuka memori terdalam dihatimu dan ada aku disana. aku sudah tak bersama mu atau  kita lagi. kau harus tau..aku juga punya masa depan. yang pernah kau katakan itu kemarin, padaku.

sekali lagi kukatakan..

aku minta maaf atas hatimu yang terluka..

tapi aku tidak pernah berhenti mencintaimu..

jantungku berkedapkedip…itu karena kamu.

sampai akhir usiaku.

“pasien Nonna..jam keluar sudah habis, mari kita pulang”

–suster itu lalu mendorong keretaku–