akan kutulis seperti ini dipojokan kertas segi empat itu:

“heii..maaf telat. sekalipun begitu..aku tidak lupa berterimakasih. entahlah ini kopi atau cokelat. yang jelas rasanya manis dan harumnya senikmat kopi. itulah ucapan terima kasihku.”

aku menulis ini untukmu dengan senyum.

dengan keriangan hati yang mendalam.

dibalik meja ini aku masih  merangkai sejuta kata yang sebenarnya kutujukan untukmu.

tapi itu tidak mungkin aku kirim padamu.

hanya bisa kusimpan.

tenanglah kau di sana..aku tidak apa-apa.

aku masih setia di sini.

sampai coklat ini menghitam.

dan sampai akhirnya aku mengerti mengapa ada coklat hitam.

karena menunggu….