December Loving Party…

Desember. Bulan keduabelas dalam agenda romawi yang mengisahkan cinta kasih bersemayam dalam putaran hari-hari di penghujung tahun. Dan sebagian umat sepakat kalau bulan itu memang jatahnya untuk berbagi kasih. Kenapa? Selain menyambut kasih dari surga, umat nazrani khususnya anak muda juga menebar senyum kasih sebagai pesona pemanis suasana natal. Dan banyak jiwa muda jatuh kedalam pelukan cinta itu. Karena banyak pemberian dan sambutan hangat dalam setiap senyum yang ditebarkan di sudut dan seluruh ruang gereja. Yang membuat ketampanan dan kecantikan wajah mereka lebih charming lantaran jatuh cinta!

Puji-pujian menjadi persembahan natal. Dan pujian pun menjadi kado natal bagi setiap pasangan yang panah asmaranya tepat memanah jantung sang pujaan. Berbahagialah mereka yang menikmati hari jadinya dibulan penuh kasih. Karena sebentar lagi mereka akan melengkapi kasih itu dengan sayang di februari. Dan sepertinya this lucky moment ga berpihak kepada anak-anak muda di sebuah gereja mungil di utara Jakarta. Mereka sudah cukup menghabiskan waktu sepanjang minggu, memenuhi deretan jadwal undangan paduan suara bersama, berpantai ria dengan sukacita penuh yang semuanya itu seharusnya menumbuhkan kepastian akan status sebuah perasaan. Namun cita itu tak tercapai hingga januari menggantikan tahun. Dan di awal tahun ini semua kepastian dimulai.

Itu cuma sebaris dua paragraph kalimat penghantar yang menjelaskan triler own film ini. Selengkapnya di sini:

  • Semua berawal dari Anyer. Beberapa dari kami menghabiskan tanggal merah dengan bermain sepuasnya di pantai anyer. Awalnya tidak ada cinta disitu, kekaguman pun kosong. Potret wajah kami masih jelas di beberapa foto yang melukiskan bahwa tidak apa-apa dengan hati kami sehingga wajah kami harus memancarkan sesuatu yang  berbeda. Menyambut ombak dan menikmati indahnya karya Sang Pencipta dengan awan sebagai payung dan pasir-karang sebagai alas bumi tempat kami memijakkan kaki-kaki kami yang mungil tanpa sandal bermerk sambil mengabadikan setiap momen di tengah laut. Yang tak mungkin kami lupakan. Apalagi jika melihat foto pra-wedding sepasang teman yang sejak saat itu menuliskan banyak cerita dengan atau tanpa peduli teman-teman yang lain. Membuat aku sebagai penulis dan model foto pra-wedding tersebut ingin flash back dan menikmati setiap detik pertemuan ini dengan hikmat.
  • Malam memaksa kami untuk pulang ke kota asal. Dan sepertinya Anyer masih menginginkan keromantisan kami sampai tak rela kami tinggalkan, alhasil mobil rental biru kami pun mogok. Upppsss..sedikit rahasia yang kubongkar!! Ketika semua peserta bergegas pulang dan mendorong mobil dan pastinya meneriakkan nama ku, aku dan dua orang teman sedang kabur menemaniku untuk menghisap dua batang rokok. Aku memang bukan perokok addict tapi untuk suhu tubuh rendah setelah berenang seharian tanpa minyak kayu putih buatku rokok mendapat rating teratas untuk dijadikan produk penghangat kala itu. Oia..perlu sedikit penjelasan! Aku adalah gadis berusia 22 tahun yang bergaul di lingkungan life style yang wah! Habit dalam lalu lalang duniaku mengizinkan wanita untuk menghisap dalam-dalam sebatang dua bungkus ciggarette. Aku tidak termakan budaya barat lantaran pendidikan standar internasional. Aku pun bukan korban pesatnya zaman yang menuntut seseorang untuk mengorbankan kesehatannya. Aku pun bukan bintang produk rokok yang dibayar oleh satu merk rokok yang dengan setianya berada digenggaman tanganku bersama ponsel dan lighter. Aku hanya mahasiswi yang tengah menikmati indahnya masa kuliah dengan teman-teman wanita yang menurutku eksklusif karena kami tidak sembarangan untuk menyalakan mecis kami di depan seribu wajah dengan kebanggaan high level untuk lowest health.

Ehmm.. sepertinya kita udah cukup bercerita sambil menunggu si biru ready to back to North Jakarta…eeehhhh…Halim juga!!!

On the way when we went home. Ada 3 cewe dan 3 cowo duduk di bagian belakang mobil saling berhadapan dan bersempit-sempitan. Posisi saat itu sangat tidak mencairkan suasana kehangatan, justru menciptakan kehangatan!

Aku dengan tubuhku yang sangat lelah dan mata yang akhirnya menyerah harus tidur di sandaran bahu kedua pria dewasa di kanan dan kiriku. Entah bagaimana gaya yang kuaksikan malam itu pastinya membuat anggapan bahwa aku sangat petakilan! Sejujurnya tidak ada unsur kesengajaan untuk aku menyandarkan kepala dan tubuhku yang 45 Kg ini pasrah ke tubuh pria disebelah kiriku. Yang notabennya dia termasuk pria yang disegani. Daaann..ketika kutanyakan ini pada seorang teman yang tahu percis aksi itu dia berkata aku centil dan si pria kiriku sangat open untuk ngerespon aku. Ibarat pepatah bilang, ga ada kucing yang nolak dikasiih ikan. So?? What do you think about this?? Why he said that?? Because the lady is Me. Who am I? He just said that every man absolutely open for all things that I do to him.

Dan dari moment penasaran itulah aura cinta kami mulai terasa dan terlihat oleh teman-teman. Sekalipun kami belum menyadari bahwa kami sudah jatuh cinta!

  • CHRISTMAS EVENT

Sebuah perayaan Natal di kawasan Pancoran.

Cinta masih setipis kertas polos. Dan kepolosan itu berakhir di dalam sebuah taxi menuju Halim melewati Pancoran. Lima anak muda duduk di jok belakang dan seorang gadis dengan sepasang kemeja ungu dan rok hitam terpaksa dipangku dengan alasan sempit. Bagi si gadis dia memang sangat nyaman untuk berpangku datar tanpa maksud nakal umumnya pria dewasa sekalipun jujur dikatakan ia menyukai momen itu. Dan bagi si pria kertas polos itu mulai ia tulis satu poin plus atas kepercayaan si gadis padanya.   Dan yang jadi pertanyaan kenapa harus dia?? Entahlah cuma hati mereka yang punya jawabannya. Dan hati itu dikelabui dengan candaan renyah enam anak muda. Persneling!

Teruji oleh waktu kami berhasil menembus malam bersama dengan rangkaian cerita tentang banyak hal yang membuat kami mengenal bagaimana kehidupan kami diluar sana. Huuh…!! Materai idola tercap mantap sebagai asisten pelatih paduan suara mahasiswa universitas swasta yang notabennya kampus para karateka ini. Dia sungguh luar biasa dengan kisahnya yang dilingkari banyak wanita, jurusan elit yang merancang masa depan cerah diselaraskan dengan suara merdu yang menyanjung tinggi namanya, beasiswa menawan yang sanggup mengisi celengan elektroniknya, gaya bahasa pemimpin yang membuatnya banyak dicintai teman-teman seperjuangan, dan satu lagi dia tidak jomblo! Semakin lengkaplah statusnya untuk menjadi pentolan di kampus kawasan Cawang. Dan selamat kuucapkan padamu gadis yang menjadi pilihannya, karena kamu berhasil menyingkirkan sekian banyak penggemar berat yang selama ini hanya bisa membuatnya bahagia tanpa mendapatkan hatinya. Kukatakan ini dengan menekan perasaanku, sambil melihat foto senyum kalian.

Sejak itu kuhapus semua goresan-goresan tipis di kertas polos yang tadinya mulai menjadi sebuah sketsa baru di kanvas hatiku. Kusadari aku terlalu berani untuk menyulut bara. Bukan sekedar rokok yang setiap harinya kusulut dengan lighter! Kurem hati yang mulai mengayuh ke jalur penyimpangan kuputar stangnya untuk ku kembali kepada pacarku. Dan kuteduhkan hatiku pada sebuah ucapan maaf pada mereka yang sekilas hampir kusakiti. Maafkan aku… aku pasti mundur!! I have to do it!!

Kau tau? Jadwal nyanyi kunjungan natal masih empat hari ke depan. Dan perasaan ini harus kutekan sesakit mungkin karena di hari-hari itu aku harus bersamanya. Apalagi dia begitu bangga bercerita tentang pacarnya yang manja dan  bersuara emas. Sedangkan aku trouble maker di alto yang hanya paduan suara pemula. Fiuhh…hurt!! Nice.

Akhir pekan dibulan Desember tim sopran, alto, tenor, dan bass pun mengumandangkan “Genderang Natal” di sebuah gereja di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.  Lumrah bagi tim yang baru naik daun ini untuk duduk merapat di sebuah carry kecil berwarna merah dengan sewa yang jumlahnya 14 orang. Suara hati pun menggaung lewat panggilan memikat yang menyentak jiwa untuk mengatakan ya pada sebuah tawaran pangkuan hangat dari dia yang akhirnya menarik aku dari perlakuan yang begitu tega menekan perasaanku padanya. Jelas kalau ia merasakan aku sangat tertekan. Kala itu ia begitu menyadari raut wajahku yang begitu sempurna menyembunyikan hati yang yang tengah sakit kutekan sampai ia pun harus mendengar jeritan hati kecilku dan ingin menyelamatkannya. Dan ternyata ia juga sudah menyalakan api dari lilin hatinya yang juga telah menyala sejak hitungan hari di pertengahan desember. Genggamannya yang begitu kuat dan mengalirkan perhatian khusus membuatku menarik kembali ucapanku kemarin. Aaakkhhh..!!! tapi kenikmatan itu hanya sebentar karena kami harus mempersilahkannya pulang ke rumah!

  • Dan pertemuan-pertemuan lain yang membuat mereka menangkap chemistry itu hadir diantara kita berdua. Ada hal yang berbeda setiap kali kita ngobrol. Aku adalah wanita yang akrab dengan semua teman pria di organisasi rohani itu bahkan kelewat mesra. Tapi tidak dengan dia. Dan ga pernah sekalipun penulis dan dia bermesraan di depan umum karena notabennya kita menjaga banyak mata yang melihat dan menilai.

Oooghh ya!! Aku lupa memperkenalkan. Pria itu bernama Zed. Yah begitulah kami biasa memanggil namanya.

Dan antrian cerita mesra tentang kami menggelitik hatiku bahwa benar-benar ada cinta di hati kami berdua. Aku melayang ketika penjelasan seru sahabat-sahabat wanitaku yang gemar bergosip menceritakan setiap detail aku dan dia, sampai ketatapan mata yang katanya cerminan hati. Yahh..banyak yang tersembunyi lewat perangai kami namun tidak pada sepasang bola mata ini. Dan itu jelas terlihat oleh mereka yang memahami human is falling in love!!

20 januari 2009 …

Malam dengan label “not single” menjadi malam temu suara dialiran sinyal provider cdma popular di tanah air. menanti cerita hati yang merangkai sebuah pertanyaan besar dalam kisah sepasang teman yang diisukan tengah menebarkan aura cinta dalam setiap aksi dan cahaya mata mereka. para gadis memainkan kata mereka sebagai sahabat yang pada waktu itu juga menyandang predikat sebagai konselor cinta. sekitar pukul 20.00 narasi yang mengisahkan asmara darah muda ini mulai mengawang dan meyakinkan bahwa ada rasa yang tumbuh sekalipun kesadaran itu tersembunyi karena ketidakakuan yang kuat lantaran status resmi yang telah membentuk citra di pergaulan mereka.

Permainan memang telah berlangsung. aksi panas-memanas menjadi adegan kejar tayang. adegan yang mengusung protes oknum tertentu, menolak adanya legalitas “playing 2 games in one time” atas persetujuan logika. namun diwarna yang berbeda beberapa opini terlempar dari bibir netral teman terdekat bahwa tidak ada larangan akan sebuah perasaan yang tak pernah diminta dan entah kemana akan bertumbuh.

cinta datang tanpa diundang, tak juga dihantar. entah kapan ia datang dan mulai tumbuh sebagai jamur namun yang pasti chemistry itu terasa ketika mereka yang tengah dimabuk asmara itu melakoninya. tanpa kesadaran dan sengaja disembunyikan menjadi bagian dari alur sang penulis sebagai hasil karyanya. dan kejujuran ini menjadi bukti kuat bahwa logika memang pantas untuk dijadikan sebagai juara untuk hal penguasaan diri. menjerat hati yang teriak minta diselamatkan dari tekanan rasa bersalah besar dan takut akan tamparan cinta bertepuk sebelah tangan. menjadi ilustrasi dari kepastian yang akhirnya menjawab kekhawatiran hebat si dia dan memutuskan untuk berani mengungkapkan kekaguman.

akhir dari narasi cinta sepasang teman adalah hadiah indah di 20 januari 2009. pengakuan adanya rasa yang tumbuh dan hari jadi untuk mengikat tali bahagia. fenomena ini menjadi animo yang sangat besar bagi pasangan baru untuk berani menabur benih-benih cinta di lahan terlarang. lahan yang selayaknya dituai oleh pemiliknya. tapi jangan salahkan mereka yang berani menabur benih cinta lain di lahan yang sama karena lahan itu telah kering tak sama seperti dulu yang subur akan kasih dan sayang. mungkin banyak jiwa yang tak sepakat dengan adegan ini. dan itu alasan mengapa mereka harus siap untuk menjadi sephia yang tak boleh cemburu dan tak berhak atas kebahagiaan penuh layaknya pasangan resmi. prinsip ini yang menghantarkan mereka pada muara kepercayaan bahwa jodoh manusia adalah rahasia Sang Kasih. biarkan semuanya mengalir tanpa script dan biarkan actor dan aktris ini melakoni perannya. agar dipenghujung cerita nanti mereka tahu apakah mereka pemeran utama protagonist atau antagonis. Dan jiwa yang terlibat  dalam perputaran kaset cinta ini bebas menentukan nilai apa yang disampaikan film tanpa script ini. dan yang terbaik selamanya kan bersama

in frame 20 januari 2009 …

Mid night. di aliran sinyal. dari ruang computer move to bed room and berselancar di tempat itu untuk berberapa jam ke depan.

Si aktris menceritakan semua percakapan dia dan sahabat wanitanya tentang aura cinta yang terjadi kala dia dan si pria tengah bersama.

n  Sedikit info bahwa mereka sebenarnya selalu membicarakan hal yang tak ada hubungannya dengan masalah hati. Tak pernah bermaksud untuk memikat apalagi harapan-harapan lebih lain. Karena mereka sadar akan status resmi yang sudah menjadi konsumsi publik. Intinya mereka belum menyadari kalau hati itu berbicara lain. Dan rasa sayang terhadap kekasih – kekasih mereka sangat tinggi.

Kembali ke awal.

Mengikuti detail percakapan, si pria menangkap sinyal kekhawatiran dari gelagat wanita disebrang ponselnya. Ia pun mengajukan balik setiap pertanyaan yang diajukan si wanita kepada sahabat-sahabatnya, menunjuk apa realitas dari pribadi si gadis dan menuntutnya untuk jujur. Ungkapan kekaguman sebagai pion sangat memenuhi porsi untuk si gadis tidak menekan perasaannya karena ketakutan-ketakutan. And finally, he saved and won that love belongs to them right now. Apa yang perlu dikhawatirkan pun ternyata hanya skeptis yang kini sudah terjawab pasti bahwa intinya para sahabat bersukacita atas kisah tak sadar yang tengah terjadi. Tidak ada larangan akan sebuah perasaan yang menjadi tamu kala rumah cinta telah dibangun di masing – masing pasangan. tamu yang tak pernah diharapkan untuk datang namun kini ia datang. selayaknya ini sangat menyakitkan jika si pasangan lain tahu kalau pasangan mereka menerima tamu lain. yang ternyata tamu itu adalah pencuri. Yah pencuri!! Pencuri hati.  Karena pencuri adalah tamu yang tak pernah diundang.

Kini jalinan kasih itu sudah terajut secara rahasia. Dan mereka sangat menikmatinya. Kesederhanaan dan logika selalu terdepan diikuti cinta bak gerbong kereta api yang panjang. Mereka tidak berhianat. Karena mereka saling memberikan cinta yang lain. Sekalipun logika ini pasti tidak dapat diterima oleh banyak jiwa. Tapi yang pasti logika mereka tetap terdepan. The first is their legal couple and they are the second one. Anybody doesn’t know what will happen next, also the actor and aktris. But we believe that every people has their true couple that never know until the event.

22 januari 2009 …

Semper-Cawang-Sudirman. Trayek misi rahasia dua mavia cinta diawal pertemuan mereka setelah deal dalam bisnis cinta yang menawarkan fantasi luar biasa.

Agung Bhakti 89 jasa angkutan umum meroda di jalur Yos Sudarso hingga Blok M melewati kawasan Cawang yang penat akan keramaian suasana jalanan. Mahasiswa universitas swasta yang terkenal jagoan di timur Jakarta merajai area itu dan melangkah bagai tentara yang bebas dari kecaman para preman dan supir berlogat  khas batak. Satu dari mahasiswa itu adalah kekasihku. Dari Pangkalan Halim melewati lorong kemudian memutar setir mengambil jalur kanan, AB89 kemudian parkir dua menit menunaikan jasanya.

Tshirt putih dan jeans hitam sebagai aksesoris tubuh membuat si pria dengan lugas memuji wanita yang kini menjadi kekasihnya. Pujian ini menggelitik hati kecil sehingga tersimpul senyum mungil di bibir lembab beroleskan lipgloss merah muda. Kemeja kuning dan setelan jeans kode attire para calon dokter ketika menghadapi ujian akhir semester menjadi pilihan si pria untuk berkostum. Senyum juga mengembang dibibirnya yang masih virgin dan aura wajahnya menegaskan kewibawaan yang ia sandang sebagai image tetap tentang dirinya dan pastinya ada rona kebahagiaan karena bunga-bunga cinta. Duduk berdua di jok bis yang melaju melewati Pancoran menuju Kodam, menggenggam erat jemari yang dulu mentransfer cinta secara diam-diam dan kini cinta itu telah mereka genggam bersama tanpa ada satu pun yang ingin melepas cinta itu. Panggilan sayang, tatapan hangat dan manja, getaran sentuhan yang menggetarkan hati, menjadi modal kekuatan cinta yang kini menjadi milik mereka berdua. Sekali pun semua ini adalah rahasia. Keseriusan ini tersimpan sebagai proses perjuangan yang harus kami mulai dengan kerahasiaan sampai didewasa nanti kami dengan penuh pengharapan bahwa akan ada sepasang nama kami di kertas undangan pernikahan. Untukmu!

Menapaki jalan dengan dua pasang kaki yang tingginya tak sampai 2 meter semakin mempertegas bahwa kami adalah pasangan mahasiswa dan mahasiswi. Tangan kami tak jua lepas dan tak ingin melepas ketika menyebrangi jembatan menuju Plaza Semanggi. Hari ini aku dan dia akan menuju kampus elitku di daerah Sudirman.

Siapa yang tak bahagia jika kekasihnya mau mengorbankan pantangannya demi kekasih yang saat itu tengah bergelemit mengurus prosedur kuliah di semester 7. Cinta memang menjadi idola kala ia telah sampai di puncak tertinggi. Apa pun demi kasih dan sayang pasti akan kulakukan demi cintaku. And it belongs to my beloved at that time. Dia harus menunggu gadis yang menjadi ratu di hatinya kini untuk beberapa jam di lobi depan Apartemen dekat kampusku tersebut. Mengisi kekosongan waktu, ia menjadi detektif muda. Mempelajari kehidupan kaum socialite yang menjadi consumer tetap era globalisasi. Fashion, lux property, money, status dan semua itu sangat penting untung eksis di dunia high life style seperti mereka. Sayangnya, manusia-manusia kelas atas itu real merusak moral setiap individu. All things they done without love. Tanpa cinta mereka menjual tubuh dengan harga mahal. Tanpa cinta juga mereka meroyalkan jutaan rupiah ke pundi-pundi digital. Terserah mereka berbuat apa, yang pasti kepuasan itu semu dan bagaimana jika jatah cinta mereka ditarik kembali dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan cinta? Kekasihku hanya menggeleng dan berdehem panjang. Cinta koq kamuflase! Kesimpulan kami : Kehidupan di tempat itu  adalah adaptasi dari gaya hidup luar negri. Jadi apapun gaya kami berpacaran, they don’t care!

Kembali dengan kisah kami.

Setelah selesai mengurus late deadline ku, aku duduk di sisi kanannya dan melingkarkan kedua lenganku ditubuhnya. Ia pun membelai rambut coklatku dan mengecup pipiku penuh sayang. Mengulas kembali kebahagiaan yang telah kami renggut dari hati kami sendiri yang seharusnya secara penuh kami berikan pada pacar-pacar kami disana. Tak ada rencana dan kami pun tidak pernah tahu bahwa ada alur ini dalam garis hidup aku dan dia. Kertas polos di desember lalu sekedar goresan kini menjadi sketsa romantis penuh rindu. Sudirman Park sebagai markas rahasia menjadi favorit place untuk mengekspresikan bahagia dengan bergelayut manja dan sapaan sayang.

Malam mengunjungi bumi dan kami masih bersama. Beranjak dari lobi apartemen kami pun menuju Dukuh Atas untuk santap malam. Nasi Goreng menjadi menu perdana di awal kencan kami. Dan akan menjadi menu favorit, karena ada bumbu cinta di setiap butir nasi yang kami kecap.

Cinta yang kami rajut menjadi sebuah kemesraan luar biasa sampai tak mengenal malam yang sudah larut dan masih harus menelusuri jalan panjang sampai akhirnya malam itu harus dibayar dengan rupiah besar demi cepat sampai di rumah. Dan jika semua itu dijumlahkan hasilnya adalah rindu yang menggebu.

23 januari 2009 …

Jakarta memang tak pernah berhenti menawarkan tempat-tempat romantis. Di kota ini malam adalah hiburan glamor yang memberi kesan antik bagi setiap pribadi. Apalagi jika tempat itu menjadi tempat perdana dan datang bersama tercinta kita. Dan hidup akan selalu menjadi penuh warna, menunggu hari esok untuk mengalami keajaiban – keajaiban apa lagi bagi sepasang kekasih dihari jadi mereka yang ketiga.

Dibawah temaram Jakarta. Kembali, pasangan baru menyulam rasa rindu semalam dengan pertemuan yang mengesankan lagi. Pasangan ini larut dalam keromantisan malam di pusat Kota Jakarta dengan hiasan lampu ibukota yang gemerlap dan menawarkan kemewahan metropolitan. Sungguh menyenangkan malam itu. Aku duduk bersila dihadapan pria yang kini kekasih rahasiaku. Ia merangkulkan tangannya kepundakku seraya memelukku hangat dan aku membalasnya dengan menyandarkan tubuhku, wajahnya menyentuh rambutku yang ikal tertiup angin menyapu pandangan matanya yang kemudian ia sibakkan sambil membelaiku lembut, merapatkan kembali tubuhku kepelukannya yang penuh perlindungan dan membiarkanku manja, ia pun mengecup keningku. Dan kau tau? Disudut hatiku ada teriakan kebahagiaan bahwa ada kembali pria yang sungguh-sungguh mengecupku penuh kasih. I love you beib…

Kau tau?? Malam itu di LCD ponsel miliknya nama “My Girl” memanggilnya berkali-kali. Cemburu menjalar hatiku. Rasa yang sama juga menusuk jantungnya kala ia melihat foto mesra aku bersama pacar legalku dengan pose yang membuat dia dengan sakit mengatakan, “He is The Lucky Man!”

Beberapa menit setelah itu. Aku pun mengecup pipinya, penuh sayang. Sama seperti foto itu. Aku tidak ingin membuatnya rendah diri. Dan kulakukan itu penuh kesadaran dan sayang. Yah,, sayang. Kukatakan ini dari hatiku yang penuh kerinduan kala aku mengetik kalimat ini.

Jarum jam membentuk sudut 90 derajat. Tandanya kami harus bergegas pulang. Untungnya kami masih bisa menyewa Trans-J untuk mengantar kami pulang. Melewati Halte Gambir-Senen- Rumah Sakit Islam dan kami pun berhenti di Halte Cempaka Tengah. Dari sana kami harus berpisah sekalipun berat rasanya. Tapi..ya itulah seharusnya! Metromini 07 dan Mayasari 17. Bis terakhir di jumat malam kami kencan.

Dan sejak malam itu benih-benih cinta di lahan yang bernama hati mulai menjadi tunas-tunas muda yang hijau dan segar. I love you beib,, I love you so much!!

24 januari 2009 …

Seorang teman pria menyentak otakku akan semua yang tengah kurasakan. Jujur aku goyah akan keyakinan semula cinta yang ia persembahkan untukku. Semua orang tahu ia pintar dan mereka mengenal priaku sebagai sosok pria dewasa yang penuh kewibawaan dan pastinya setia. Tak mungkin dengan sesangat-sangatnya kalau ia merespon serius caraku yang mulai menggodanya dan berusaha merebut dia dari pacarnya. Kukatakan sekali lagi aku dekat dengan semua pria di organisasi gereja ini tapi tidak pernah dengan dia. Dan sejak Anyer itu kami mulai dekat. Temanku bilang aku yang memulai semuanya untuk merusak semua hubungan kami. Dari hati yang paling dalam tak terbesit segaris coretan halus pinsil pun aku ingin merusak apa yang telah menjadi kebahagiaan milik dia dan pacarnya serta aku dan pacarku. Aku tak pernah meminta hati ini untuk penasaran, bahagia, dan akhirnya jatuh cinta!! Kalau memang aku diizinkan untuk meminta kepada siapa aku jatuh cinta, aku lebih memilih untuk jatuh cinta kepada pacarku lagi bukan dengan pacar gadis lain!! Dan perlu kutegaskan bahwa aku bukan gadis penggoda yang ingin memiliki apa yang seharusnya bukan milikku. Aku hanya seorang gadis yang kini tengah merasakan bunga-bunga cinta karena habis mengalami musim kemarau untuk sekian lama. Aku pun tak pernah menunjuk pria ini, hatiku yang mengarahkannya. Dan perlu kutegaskan sekali lagi kalau aku pernah menekan hati ini untuk sepakat dengan penilaiannya bahwa hatiku salah ( sekalipun aku selalu mengelabuinya kalau aku tak jatuh cinta padanya). Siapa yang pantas dipersalahkan? Hatiku?! Apa yang pantas dipersalahkan? Jatuh cinta?! Logika kita berbeda, kawan! Aku tak sendirian berlabuh dilautan asmara cinta terlarang yang menurut mayoritas manusia di muka bumi ini salah jika dipertahankan. Aku bersamanya. Pria yang menurutmu kugoda. Dia juga mencintaiku. Bahkan dia rela melepas pacarnya demi aku. Dia mengatakan itu tulus dari dasar hatinya. Tak pernah ia rasakan cinta yang seperti ini setiap kali ia menjalin kasih dengan pacarnya yang dulu dan sekarang. Ia merasa nyaman dekat denganku. Ia merasa bahagia bersamaku. Ia jatuh cinta pada hatiku! Ia bahkan selalu mengatakan seribu kali I love you beib padaku tanpa rasa mendua dan dengan rasa rindu pastinya! Dan yang paling penting harus kau tau dan kalian semua. Dia kecewa ketika aku mengatakan bahwa aku goyang dengan pernyataan temanku bahwa ia sekedar menganggapku teman dan iseng. Dia kecewa karena aku tak mempercayainya. Dia takut untuk aku tinggalkan dan harus kehilangan aku. Perlu bukti apa lagi sobat?? Sampai sejauh ini kami saling mencintai. Kami serahkan hubungan kami pada Sang Kasih yang memasangkan tulang rusuk manusia. Supaya kita semua sadar bahwa mulanya dari hati, sekalipun kita tak pernah mengundangnya untuk masuk.

Kami membahas masalah ini di saluran telpon milik pengusaha swasta. Malam itu ia sedang bermalam di rumah temannya karena mereka harus melayani sebuah gereja di Bandung esok pagi. Dan kau tau? Malam itu ia menangis. Untuk keduakalinya dia menangis untukku. Asisten pelatih PSM yang bijak dan anak rantau yang tegar… maafin aku beib!!! I will believe you, karna aku tau bagaimana rasanya ga dipercaya sama orang yang kita sayang. Aku percaya sama kamu.

25 januari 2009 …

Bandung – Jakarta. Jarak ribuan kilometer yang memisahkan kami diakhir pekan. Kesepakatan kami kuturuti untuk tidak menghubunginya sebelum ia menghubungiku. Resiko pacaran gerilya! Tengah hari aku mengirimkan pesan “ehm…” ke CDMA nya. Tak berbalas. Sorenya kukirim pesan lagi. Tak berbalas. Entah kenapa aku tenang dan sabar serta ikhlas menjalani perang ini. Perang rindu dihatiku, serta pikiran yang membayangkan dia bersanding mesra dengan pacarnya di perjalanan mereka dengan tim paduan suara yang mengakui legalitas hubungan Zed dan Boci-boci. Kami sepakat untuk menyingkirkan jeles karena kami tak berhak untuk itu. Yahh..ternyata sulit!! And you know beib?? I enjoy it!!

Malam sekitar pukul 10 dia menghubungiku. Tidak tepat memang karena aku sedang on line dengan pacarku. Bertengkar! Sejam kemudian kami on line. Sedikit bercerita tentang masalah aku dan pacarku. Dan dia juga bercerita tentang akhir pekannya, yang ternyata tidak dia nikmati karena aku. Oughhh….leganya!!!!! Sephia mana yang tak melayang ketika pasangannya justru memikirkannya dan merindukannya pula saat bersama dengan pacar sah dan dikelilingi teman-teman yang dengan serius mendukung bahkan mendoakan mereka berdua. Thank you beib, even I know I made a big mistake. Merebut 70% hati kamu dari pacar boci-bocimu. It is a wonderful nite for me!!

26 januari 2009 …

Trial and error. Rencana kami untuk berenang di kolam renang Apartemen Sudirman Park ternyata tak semulus yang kuduga. Permainan kata terlempar dari lidahku untuk meyakinkan si lelaki berseragam bahwa ada keluarga yang kutunggu pemilik bangunan mentereng ini. Untungnya status mahasiswiku yang berlokasi di depan lux property ini, bisa sebagai id card untuk aku dan priaku bermain di air biru yang bening. Dan Zed mengangguk mantap atas negosiasi ini. Kami pun bermain air!

Aku sangat tak pandai berenang. Kalah jauh dengannya si petualang air. Dia pun dengan sabar mengajariku yang kaku ini. Untunglah dengan cinta dan logika. Kalau tidak mungkin dia sudah bermain iseng di kolam renang dengan kostum setengah seksi! Impressed!

Bersambung ke perjalanan pulang.

Kami menuju Dukuh Atas untuk makan malam. Sayangnya tutup! Lupa! Kalau sekarang adalah tanggal merah. Kami pun melanjutkan langkah ke Halte Busway Dukuh Atas. Di tempat biasa kami turun dan rencana akan makan malam di Cempaka Mas, sayangnya tak ada penjual nasi goreng. Kami pun kebingungan mencari makan. Daaannnnnnn……statement dadakan kembali mencuat dari bibir kekasihku kalau ia akan menginap di rumah temannya di Tg. Priok karena ingin mengantarku sampai rumah. Fiuuhh…berkali-kali dihubungi tak diangkat Akhirnya ide untuk menginap di rumahku pun muncul. Dicoba lagi untuk menghubungi calon dokter Steve ponselnya tidak aktif. Kami makan di Kampung Kurus, Semper. Kekasihku menyantap nasi goreng dan aku ketoprak sambil membicarakan script untuk dia menginap di rumahku. Kenapa harus menginap? Karena sudah tak ada angkutan umum jam 11 malam. Selesai makan kami berjalan kaki menuju warnet Genius, start to shooting! Aku pun pulang lebih awal. Berakting didepan mamiku. Bukan hanya dia pacarku dan ingin menghabiskan malam bersama. Tapi aku tak tega ia harus berkeliaran di malam ibukota yang tak bersahabat sekalipun ia lelaki namun keselamatan tak ada yang berani menjamin. Thanks…my famz welcome to him. Dan malam itu malam canda bagi kami. Sampai subuh kami berdua bercanda dan sekilas bibir kami bersentuhan. Namun belum berciuman! Puas?? Ya.

27 januari 2009 …

Hujan kembali menyiram bumi. Imlek usai sudah namun hujan masih tetap ingin berseluncur dari awan ke bumi.  Di selasa pagi pukul 08.30 saat dateline internship reportku harus sampai ke meja asisten dosen jam 10.00 aku masih di rumah menanti gumpalan air itu menunjukkan kehebatannya berseluncur dari langit yang hitam ke tanah berpenghuni. Aku sibuk memencet sejumlah nomor ponsel beberapa sahabatku untuk meminta bantuan, untunglah dewi fortuna menaungiku, dateline sampai jam 12 siang. Fiiuuuhhhh…..thanks God, I love YOU so much!!

Di metromini 07 trayek Semper – Senen aku dan dia duduk bersama. Masih ingat kan kalau semalam dia menginap di rumahku? Dan pagi ini kami berangkat bersama. Ke kampusku pastinya. Ia dengan setia menemani dan menunggukku di depan kampus. Kukenalkan dia pada Foza sahabatku, tentunya sebagai sepupu karena Foza mengenal pacarku dan Foza bukan tipe pemain seperti aku, hanya penggoda. Hati serta perangai yang mulia memang menunjukkan bahwa dia adalah seorang putri Bapak Gembala. Kepintaran dan kecharmingannya membuat semua pria tertarik termasuk Rajawali dan Vokalis Tampan berdarah Batak. Oia..dia juga mengenal pacarku dengan sangat baik dari cerita-ceritaku yang begitu mengagumi pacarku sampai di ulang tahun Foza aku mengenalkan mereka.

Berpaling dari kampus area menuju 21 Planet Hollywood bilangan Pancoran. Menuju Karet adalah perjalanan awal kami, lalu melangkah seragam dengan sepasang kaki kami menuju Plaza Semanggi. Mau ngapain? Beli Kusuka rasa Barbeque, Coca Cola, dan Zestea Lemon. Sekedar itu. Kami pun melanjutkan langkah kami masih dengan sepasang kaki ini menuju Planet Hollywood yang tak jauh dari Plaza Semanggi, pastinya dengan sukacita yang luar biasa, karena kami? Tengah Jatuh Cinta! Dan kebersamaan dalam kesederhanaan ini sangat kunikmati bersama genggaman tangan kanan pacarku dan rangkulan tangan kirinya di bahuku. Betapa bahagianya kami hari ini. Dan tak terasa Planet Hollywood pun kupijak untuk pertama kalinya.

It’s his area. And we had to keep behave. No hold tight during choosing a film and finally “Pintu Terlarang” choosed. Tau ga? Tadinya dia mau nonton Hantu Jamu Gendong!! Karena aku bersih keras ga mau nonton film itu dan untungnya option filmnya ada 4, so kita nonton acting pasangan ideal Fachri Akbar dan Marsya Timothi. Dan yang lebih penting untuk gw tau hari itu adalah dia pilih film dengan durasi terlama!. And I was so happy!! Pastinya dia pingin banged nikmatin duduk bersanding di ruangan gelap dan sedikit penonton, so am I. Kita nikmatin banget moment ini. Ga akan pernah lupa! Apalagi filmnya menurut gw alurnya keren ngajak kita untuk berpikir (sesekali penonton khususnya Indonesia memang harus diajak untuk berpikir sekalipun itu hiburan). And you know? Mahasiswa tingkat 4 majoring medicine of faculty ini ga paham sama jalan ceritanya. Untunglah dia punya kekasih yang memang cenderung menekuni dunia pertelevisian dan kawan-kawannya, jadi bisa lah jelasin! Pake persepsi gw pastinya! Dan ga sia-sia kan tiket 15.000 nya? Paling ga kita ngerti and enjoy the film. Sekalipun di middle scene kita sempet skip beberapa detik menikmati adegan ciuman yang kita aktingin sendiri. For me he is not expert and it’s the first time he kisses. So, you have to study more beib… I’ll teach you how to move your lips perfectly! And for us it was a first time we kiss. Impressed!

Bicara soal ga sia-sia beli tiket 15.000 jadi pertanyaan dilema buat kita. Kita noonton keduakalinya hari itu. Secara cerita kita emang rugi banget, ga ngerti sama sekali tuh film certain tentang apa! Tapi secara suasana kita untung banget karna durasi yang makan waktu dua jam-an ini kita pake tigaperempat-nya untuk bereksplorasi anatomi. Agak dewasa dikit untuk paragraph yang ini..tapi yaaahhh..untuk anak muda zaman 2000an mah ini bukan hal baru! So, permit me to write the private scene in theatre…

Film kedua hari ini. Di adegan entah dimenit berapa yang pasti aku dan dia ga bakal inget yang mana! Dia menyelipkan ciki “barbeque” di bibirnya dan memberikan padaku, aku menyambutnya dan mengarahkan bibirku pada ciki kami yang kemudian kami lumat dengan gairah 5% yang kemudian naik-naik-dan naik sampai akhirnya kami berciuman. Bersandar pada kursi tinggi 21 kami menikmati ciuman kedua kami dengan hangat. Aku mengarahkan tubuhku padanya, mendominasi bibirnya yang kalah bermain dengan bibirku. Kukulum bibirnya tanpa perlawanan mencoba menjadi lebih agresif lagi untuk memancingnya sampai akkhirnya dia menyerah, dan melepaskan bibirku! Ougghh…ternyata dia tidak menyerah! Untuk keduakalinya dia menggunakan trik yang sama. Berciuman! Kali ini kami mulai memainkan lidah kami dan aku mulai berani untuk menggigit bibirnya lembut. Dia berusaha untuk menyamakan levelnya denganku. And I love it! Semakin dia bermain aku semakin memancingnya untuk pintar memainkan lidah. Kami pun semakin merapat dan enggan untuk melepaskan. Mata kami terpejam menikmati setiap detik ciuman pertama ini. Semakin merapat lagi sampai tak ada secentipun jarak ditubuh kami. Hangat tubuhnya, lembut bibirnya, dan permainan lidahnya yang santai membuatku gemas untuk tidak berhenti mengeksplor setiap ruas bibirnya yang kini mulai basah dan memerah. Sedikit mendesah. Kami pun mulai melupakan Redcliff! Hampir setengah menit durasi kami mainkan dan tidak membuat kami ingin berhenti. Dan lebih pintar dari yang kuduga!! Jemarinya yang lembut, lentik membuat libidoku meningkat. Dengan pintar jemarinya melingkar didadaku dan membuatku hampir terhanyut. Aku pun menggeliat ke tubuhnya. Lebih agresif lagi. Adegan kami mulai memanas. Dia bahkan mulai menyerah. Sesekali melepaskan bibirnya namun dengan lembut tak kubiarkan bibirnya berlalu dari bibirku, kami pun berciuman lagi. Dia lepaskan lagi, kurebut lagi. Lepaskan lagi, kurebut lagi. Dan kamipun berciuman dengan hangat, sangat hangat. Sampai akhirnya kami benar-benar lelah.

Ini adalah ciuman pertamanya. Dan bangganya dia langsung berhadapan dengan seorang yang ahli dalam berciuman. Lips or French Kiss? Dan syukurnya, aku adalah kekasihnya! Sehingga ia berani untuk mematahkan prinsipnya bahwa ia tak akan pernah sembarangan memberikan bibirnya pada gadis manapun kecuali memang tulang rusuknya. Dan untuk aku dengan keyakinan luar biasa dan ucapan syukurku aku dipersembahkan kepercayaan ini. Tanpa setting dan harapan muluk-muluk, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk kami. Karena?? Kalian masih sadarkan atas status kami di tanggal 27 Februari 2009 ini?? Dan tanpa kami sadari bahwa hari ini adalah genap usia pacaran kami 1 minggu. Kutulis statement terakhir ini setelah kami baru menyadarinya di hari ke 13 jadian kami.Padahal kami baru mau merayakan satu mingguan esok hari. Kami pun tertawa heran. Yagh..itulah kami semua mengalir begitu saja. And let it flow!!!!!

Selesai nonton. Kami meninggalkan Planet Hollywood. Dia pun menunjukkan bibirnya yang menjadi bengkak dan merah karena kugigit tadi. OMG!!!!!!! Itu pengalamanku beberapa tahun lalu kala aku berciuman pertama dengan pacarku yang sekarang. Aku pun minta maaf, merasa sangat bersalah. But, he enjoy dan bahkan mengagumiku! Untungnya aku adalah kekasihnya yang harus dia eksplor pengetahuan ku akan bumbu penyedap para pasangan-pasangan muda. Fiuuuhhh…. cerita ini tak habis-habisnya kami bahas sampai rabu malam.

28 januari 2009 …

Jumat, 13 Februari 2009 pukul 05.57 PM aku duduk berhadapan dengan quantel merahku, jariku mulai melompat-lompat di atas tuts-tuts keyboard netbook. Entah apa yang kan kutulis tapi yang pasti aku ingin menuangkan semua pikiranku, gundah gulanaku, dan dilemaku atas semua perasaan yang menimpa aku, dia, dan pacarku. Rupanya aku mulai mengalami dilemma berat atas perasaanku. Dan ini membuatnya sakit. Sinyal kuat dijantungnya membuat nyeri dan lemas sampai ia harus meneteskan air mata karena cintaku yang belum sepenuhnya menjadi milikinya, padahal ia telah rela melepaskan status resmi dengan wanitanya beberapa hari lalu. Ya Tuhan aku pun bingung siapa sesungguhnya yang ada dihatiku?? Dia atau pacarku?? Aku begitu menyayangi mereka berdua. Mereka pun begitu menyayangiku, 100%! Sedangkan aku?? Aku bingung Tuhan..aku bingung..

Aku tau Tuhan aku telah berani menyulut bara. Dan semua perasaan awal ini kusampul dengan logika. Sekarang di hampir 1 bulan hubungan kami, aku harus merasakan semua yang ditakuti banyak orang tempo hari. Aku terlalu menggunakan logikaku sampai aku menyerahkan semuanya pada waktu untuk menjawab siapa yang sesungguhnya pantas Kau pasangkan untukku. Tapi kini aku harus berpacu dengan waktu karena aku harus mengakhiri hubunganku dengan pacarku karena dia telah berani dengan yakin membela hatinya yang kini dipenuhi oleh hatiku, wajahku, cintaku….Tuhan…aku bingung. Aku pun mencintainya sama seperti dia mencintaiku. Tapi aku tidak siap untuk melukai hati pacarku untuk memutuskannya. Dan membuatnya memutuskan aku akan sangat menyakitkan dia jika aku harus melukainya lebih dulu untuk memutuskan hubungan denganku. Akan ada waktu terbaik untuk kami saling melepaskan, namun jika Ia memang bukan jodohku.. Tuhan bagaimana? Bantu aku.. Aku menyayanginya.

Betapa egoisnya seorang wanita jika ia menginginkan dua pria yang sangat mencintainya. Dan wanita itu adalah aku. Diusia 22 tahunku aku mengalami problematic cinta yang awalnya kupikir bisa kuhadapi karena aku harus menghadapi keduanya dengan cara yang berbeda, full cinta dan logika yang diikuti dengan cinta. Namun belakangan aku sepertinya bergumul sendiri dengan tuntutan-tuntutan fakta yang kini jelas tak boleh kuelak panahnya. Bermain dengan dua keseriusan hati memang sangat berbahaya. Dan aku telah masuk ke dalam permainan ini yang ternyata membuatku bingung padahal aku baru saja bermain! Pikiranku berputar, hatiku mendua, dua nama menjadi option yang sulit bagiku. Tuhan apakah salah satu dari mereka benar jodohku? Atau mereka hanya kaum Adam yang sengaja Kau kirim untuk mengujiku beberapa waktu ini sedangkan dibelahan dunia sanapun Engkau juga tengah menguji Hawa-Hawa mereka? Lalu apa yang harus kulalukakan sekarang Bapa?? Hanya berdoa…menulis..berdoa..meminta pencerahan dan kepastian. Tidak hanya kepadaku yang dengan permohonan amat sangat memintaMU mencerahiku, tapi juga kepada dua priaku yang mencintaiku sangat. Kumohon ini dengan doa ya Tuhan…karena Kaulah Sang Kasih, yang memasangkan tulang rusuk Adam. I am hanging my true couple in YOU! Hope so!

14 februari 2009

Do re do mi do fa do sol do la do si do do!!! Seperti itulah cintaku. Bagai not yang dikumandangkan penyanyi-penyanyi paduan suara. Tetap setia dengan do sebagai dasar di hatiku untuk mencintai pacarku namun terus berpindah nada dan memainkan nada semakin tinggi layaknya aku mencintai dia. Terkadang aku bahkan goyah untuk menadakan do sama halnya ketika aku mencintai pacarku yang mulai tak setia. Seharusnya aku konstan mengalunkan setiap not tangga nada dan seperti itu pula aku harus setia dengan pacarku. Aku memang bukan penyanyi. Aku pun bukan gadis setia. Aku ingin mencari pria terbaik. Tapi aku tidak mencoba untuk bernyanyi dengan baik. Aku memainkan setiap not yang naik dan turun sama seperti aku memilih pria-pria itu. Tapi bukan ingin membuat mereka sakit hati juga tak pernah terpikir untuk merusak harmoni tangga nada yang dimuliakan oleh para composer dan pelantur syair dengan dinamika, mayor, minor yang mereka sembah dalam rangkaian partitur bertahtakan bar-bar notasi dan permata. Entahlah cinta seharusnya harmoni sama halnya dengan lagu. Tapi aku belum mampu untuk menyelaraskan keduanya dalam hidupku. Talentaku mungkin bukan didunia ini, didunia tarik suara. Tapi apakah aku tidak dianugrahi kisah cinta yang harmoni?? Yaghh…aku sebenarnya mengerti tapi aku tak mau peduli. Kalau sekiranya aku mau mendengar hati kecilku dan menurutinya mungkin tidak akan terciprat percikan api asmara. Namun sekarang bukan saatnya untuk menyesal, tidak mungkin pula untuk mundur. Aku hanya menunggu aku ini akan menjadi milik siapa. Dia atau priaku?? Yang kucintai dan telah mengukir nada-nada cinta dihatiku. I love both of you…even I have to have one of you. Give up to Father in heaven for my soul mate… Happy Valentine!

15 February 2009

Aku merindukan keduanya. Merindukan pacarku yang tak kunjung mengabari. Merindukan dia yang asik dengan tim paduan suaranya. Hatiku tengah bergulat dengan perasaan yang mulai menjerumuskanku kepada kesepian. Tapi aku harus menguatkan hatiku untuk tidak menghubungi pacarku karena aku menunggunya untuk meyakinkan apakah dia rindu padaku. Dan aku pun harus menunggu dia yang tak boleh diganggu karena kami pacar rahasia dan belum siap untuk dilaunching. Sunday in Waiting!!! Solve it strong beib.. there is a time you must fill this moment to make you realize that you just a human!

Nite.

02120012009         : “Beib…”

02120090120         : “Ia sayang”

On line. At private room. Durasi 3 jam. Topik “tentang aku dan kamu”.

Pingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn………………………………..!!!!!!!

Disini aku bersandar pada spring bed biru bercerita mesra pada kekasihku diujung sana. Di ujung telpon itu ia duduk di depan computer sambil melihat foto-foto kami. Berbahasakan cinta yang mengantarkan kami pada sebuah angan-angan indah di masa depan. Dengan sejuta harapan bahwa akan ada kebahagiaan-kebahagiaan sejati yang menjadi milik kami dibeberapa tahun mendatang. Dan kesadaran penuh akan sebuah perjuangan hebat yang harus kami lewati saat masa muda kami. Menunggu. Dia harus menyelesaikan studinya , berkelana mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi sebuah pesta dan profesi untuk membawa aku ke masa depan yang cerah bersamanya dan keluarga besar kami. Dan aku pun belajar setia dengan perasaanku dan padanya. Menggantungkan cinta dan harapan kami pada Sang Kasih yang memberkati hubungan kami, kesetiaan kami, dan hati yang rindu untuk bertemu. Kami tidak memaksa Tuhan untuk merestui cinta kami yang rahasia ini. Kami juga tidak ingin saling menuntut bahwa kami harus saling memiliki. Dia hanya berharap aku yang dia cintai akan menjadi pendamping hidupnya. Dan aku pun berharap dia yang kucintai akan menjadi pasangan hidupku. Waktu akan menjawab dimana hati ini akan berlabuh. Kami serahkan  semuanya kedalam tangan Sang Kasih yang menuliskan jodoh ciptaanNya yang paling mulia. Dan yang terbaik akan kupersembahkan untuknya.

Satu cerita unik tentang Spyderman, Wonder Woman, dan Dokter Cina.

I am hanging my phone cell. Wait… and wait. He is talking with his brother. Laughing, storytelling, and saying “miss you bro!!”. What a gorgeous brother! Make me jealous! Haha…..

Spyderman-Wonder Woman.

Dua superhero cyber. Menggila di dunia maya dengan multilingual (batak-medan-betawi-inggris-jerman). Medan-Jakarta. Hot spot area-WarNet. Free-Rp. 14.000. YM.Friendster. Yahoo Mail.

Jadi ada seorang superhero bernama Spyderman. Hobinya on line di dunia maya. Mengeruk sebanyak-banyaknya harta dan property yang ditawarkan media on line ini untuk kekayaan ilmu dan kepuasan jiwa. Multi talent. Bisa nyanyi, pinter main musik, high tech, fasih berbahasa jerman dan akan menjadi warga Negara bekas jajahan Hitler itu, hard filling, dan jago ketawa!!!! Intermezzo aja adik dari kekasihku ini akan sidang skripsi 28 Februari 2009.

Sebelum semuanya bersemi dan berbunga-bunga cinta. Kita udah sering banget on line.

On line pertama : Ingatan yang sangat kuat! Waktunya dihari aku datang ke INDOSIAR untuk ngajuin surat magang. Pulang dari situ ga langsung ke rumah. Dan moment nakal ini yang dimanfaatin buat on line sama Spyderman. Dia di kampus brother tersayangnya itu berhotspot ria. Dan aku di warnet dengan kebulan asep rokok plus teriakan para bujangan yang seru main game. Ckckck…. Yang pasti kita ketawa-ketawa! Daaaaannnnn….gada habisnya mekel…..padahal kita baru sekali ketemu lho. Yahh…betapa rahasianya semua alur hubungan ini! (“???!!!!!”)

Terus-terusan on line. Dan sari-sari dari chatting kita ya nyelametin bumi dari bahaya, ceng-cengan-narsis-cerita kuliah-ehm…dia sempet curhat, dan terakhir ngeledekin dokter cina yang ternyata sekarang si dokter adalah kekasih jiwaku. Haha..serunya kalo si Spyderman Medan ini lagi dipanas-panasin soal kemesraan Wonder Woman dan Dokter Cina. Dia pikir kemesraan itu bohong, just petasan-petasan untuk bikin dia kaget dan panas karena dia jomblo. Dan ternyata geregetan juga dia sama kebenaran cinta dua mavia cinta ini. Dan terjawablah sebuah pengakuan nyata dari sang brother tersayang bahwa cinta yang kuumbar kemarin adalah bunga-bunga hati yang sedang merebak dan sangkin pesonanya bunga-bunga itu sampailah ke Medan. Luar biasa kan cinta kami?!

19 februari 2009

Saluuuuuuuuutttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kamis. Di bilangan Senayan, sebuah event pameran perguruan tinggi digelar tepat di Istora Senayan. Dua gadis dengan senyum yang tak lepas mengumbar pesona dari inner beauty keduanya ketika menatap para mahasiswa yang menawarkan brosur-brosur mereka. Dan dua pria itu adalah mahasiswa dari Swedia College dan murid pria dari Lembaga Bahasa Wall Street. Hal yang sangat menarik dari kegiatan kami hari ini adalah mengumpulkan brosur-brosur kreatif dengan design keren yang memikat mata untuk mendatangi stannya berharap ditawari brosur cantik itu daaaannn… mengincar goodybag cantik! Absolutely we get it!! Untuk itu kan mereka bikin stan?? Dan kau tau kawan?? Mereka masih menawarkan kami sekolah dengan strata Sarjana. Apakah wajah-wajah kami masih cukup muda untuk kelas 3 SMA?? So sweet……  Tapii…dengan senyum mempesona dan tatapan flirty ini, kami bertanya, ”untuk program S2?” Mereka menyerah dan beberapa dari mereka menjawab ada, namun sayangnya bukan jurusan para eksak yang kami minati. Kami adalak kaum para sosialis yang mengeksplor diri dengan kreatifitas dan teori ilmu yang flexible, bukan para ilmuan, bisnisman, atau programmer. Yaghh…uuntuk sekedar design, edit mengedit boleh lah..apalagi untuk membelanjakan uang para bisnisman! Serahkan pada kami untuk yang satu itu!! Layaknya goodybag souvenir para peserta pameran  yang kami jinjing seperti itu pula kami akan menjinjing hasil buruan shopping dari uang para bisnisman. Apalagi kami para wanita yang sebentar lagi akan menyandang gelar nyonya. Pasti akan kami nikmati masa-masa kegadisan ini dengan menggila bersama untuk cerita nostalgia di masa dewasa ketika istana kami mulai diramaikan dengan teriakan-teriakan, “Mama….bando aku mana???” atau “Mama…pipiiiiisss!!!”

Setelah mengelilingi stan-stan itu kami duduk di bangku yang penduduknya mayoritas adalah anak SMA. Bukan salah event! Foza aku ajak untuk menemaniku menonton si abang memamerkan tim paduan suara mereka yang mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton. Senandung lagu rakyat mereka nyanyikan merdu dengan sentuhan baju adat dan tarian daerah yang menyita perhatian penonton untuk menatap mereka sambil berdecak kagum seraya bersenandung kecil sambil ikut berjoget. Bahkan banyak orang yang merekam aksi mereka. Dan kau tau???? Conductor itu pacar aku lho!!!! Betapa kerennya dia saat memimpin teman-temannya bernyanyi. Aku bangga!! Bangga sekali!! Rasanya aku ingin memeluk tubuhnya yang memancarkan inner handsome saat bergoyang dan menggerakkan tangan memandu tim paduan suara Universitas Kristen itu. Abaaaaannnggg!!!!!! I love youuuuu….!!! You make me proud and will hold you tight at that time! But, surely CAN NOT!! Haha…. Yang salut dari abang, dia udah berani  show off hubungan kami meskipun ga terang-terangan bilang kalo aku pacarnya sekarang. Akh tunggu nanti malam telpon dari abang apa kata temen-temennya tadi. Ada berita ga ya????? Kuketik diary ini jam 17.08.

Jangan sidang kami atas hati yang bersalah ini karna telah saling mencintai di bawah telapak tangan. Kami pun ingin mencoba untuk mengerti dunia tentang pendapat yang mereka lemparkan tepat di wajah kami ketika sinyal-sinyal cinta kami menguat di area terlarang yang mereka sebut hati yang telah bertuan.

About Me

Seorang gadis meletakkan cangkirnya. Matanya tetap lurus mengamati setiap huruf yang ia sampaikan ke otak untuk dimengerti. Dia sedang membaca sesuatu. Sejam kemudian ia masih berkutat dengan bacaannya tanpa beranjak sedikit pun. Sekali lagi ia menyeruput tehnya yang sudah tak panas lagi. Sambil menikmati cemilan pisang coklat ia tetap konsentrasi pada bacaannya. Wajahnya sangat serius. Rambutnya yang ikal dan terurai ia biarkan tertiup semilirnya angin. Sejam. Dua jam. Dan sampai hitungan keempat jam, ia masih bertatapan dengan lembaran kertas yang mencuri perhatiannya. Dia memang sedang tak ingin diganggu. Kamarnya pun dikunci. Musik dari winamp komputernya yang biasa bervolume tinggi tidak diputar siang ini. Dia begitu ingin menyendiri dengan lembaran bacaannya itu. Sesekali ia membalik setiap lembar yang telah habis dibacanya. Sepertinya memorinya belum juga penuh untuk diisi ratusan kata yang terekam oleh sepasang matanya yang masih sehat. Air mukanya berubah-ubah kala alur dalam cerita yang ia baca menciptakan suasana. Ia bahkan tidak melirik sekalipun ketika teriakan anak-anak kecil mulai terdengar dari jalan depan rumahnya. Ketika deru motor membisingkan telinga ia tak terganggu sedikit pun. Pasti sangat hebat penulis buku itu sampai bisa menyita seluruh perhatian pembacanya. Layaknya anak autis begitulah pembaca yang satu ini. Hanyut dalam dunianya sendiri. Lembar berganti dari halaman tiga, empat, lima, tigabelas, dua puluh, dua lima, … seratus empat enam, dua ratus satu, sampai akhirnya.. the end. Ia pun menarik nafas panjang menutup bukunya. Menghabiskan pisang coklat dan teh manisnya yang sudah dingin. Lalu mengambil ponselnya dan mengetik satu kata: Beib…

Tak sampai satu menit gadis dan beibnya on line hingga beberapa jam.

Gadis itu sangat hobi membaca, menulis, smsan, dan on line. Buat dia 24 jam waktu yang cukup untuk sekedar tidur-bangun lalu mandi, setelah itu duduk di depan laptop menghabiskan waktu menuang semua isi otak dalam bentuk tulisan dengan gaya bahasa beranekaragam yang semuanya dikemas dalam bentuk cerita untuk ia bukukan (as her dream), merasa bosan beralih ke tumpukan novel yang antri untuk dibaca (belum lagi Koran hari ini), otak merasa penat dan mata lelah, rebahan sebentar kemudian turun untuk menikmati sarapan sekaligus makan siang dan kembali duduk di singgasana meja belajar di ruang computer, sambil mengumpulkan semua inspirasi yang sempat terceraiberai dan mengembalikan si moody, gadis itu mengcompile semua foto-fotonya untuk diupload di games iseng such as frindster n facebook.

Namanya Enshano Panjaitan.

Ambil buku gambarmu dan lukiskan apa yang ada di otak gadis ini! Yagh benar!! Camera, TV, recorder, pen dan notes, PRESS ID, laptop, ponsel, mic, skrip, draft konsep, Koran, novel, all about journalist an broadcaste.

Wanita berdarah batak ini menggantungkan masa depannya pada sebuah cita yang menghantar dia ke rana publik. Melompat dari satu area ke area sebrang untuk mencari berita dan mengecam kenikmatan menjadi seorang wartawan yang akhirnya akan tampil didepan camera dengan penampilan yang intelek dan cantik.

“Saaannnn!!!!!”

“Iaaaaaa…..!!!!” Secepat kilat ia melempar selimutnya dan berlari kebawah. “Hughh…ngebuyarin khayalan gw aja niii!!!”

“Rapihin rumah! Anak gadis bangun jam 10!”

Yaaaa itulah suasana rumah berpenghuni 6 orang tanpa pembantu dan hanya mengandalkan 2 tenaga perempuan, nyonya rumah dan si putri sulung. Fiuuhhh!!!! Servant! Dan kerja rodi ini sangat terasa ketika liburan dimulai. Are you ready to work??? Noooo!!!

Sulung dari empat bersaudara. Cukup bertanggung jawab untuk masalah pekerjaan rumah. Dan cukup pintar untuk akademis. Setidaknya pendidikannya tidak dibawah rata-rata kecuali masa SMA yang menyesatkannya ke lembah permainan tanpa pernah serius menyentuh semua buku paket sekolah kecuali di kelas 3 menjelang UAS/UN. Tapiiii…..masa SMA itu masa yang indah! Pingin SMA lagiiiiiiiiiii…………………!!!!

Prestasi:

Peringkat 3 besar dari kelas 1-3 SD. SD KATHOLIK MARSUDIRINI.

Peringkat 10 besar dari kelas 4SD-3SMP. SMP KHATOLIK MARSUDIRINI.

Urutan ke 216 siswa yang berhasil masuk SMA favorit Jakarta Utara dari 360 siswa.

Peringkat 10 besar dari bawah 1SMA-2SMA.

Berhasil meningkatkan nilai di 3SMA dan LULUS.

Diterima di STIKOM LSPR grade 3.

IP 3.50 semester 1. IP menggrafik turun naik sampe pernah 3.2 dan naik ke 3.6. Dan dikumulatifin sampe semester 6 adalah 3.4. Cumlaude lah.. pinter kan?

AFFILATION:

Magang di salah satu TV swasta.

Ketua Pemuda Gereja & Guru Sekolah Minggu.

Produser Radio Kampus.

Harapan termuluk yang selalu mampir dibenaknya: Bisa nyanyi sambil main gitar. That never tries to learn both of.

Hal ternekad yang sekarang lagi dikerjain: punya pacar 2.

Hal terburuk yang pernah dilakuin: ngerokok, ngeduain pacar.

Hal terbaik yang selalu gw lakuin: semangat jaya ngelakuin apapun yang gw anggap guna buat banyak orang sekalipun mereka ga pernah mau nyadarin itu. Apapun!, pelayanan tanpa pamrih, belajar giat untuk persembahan sarjana buat beloved papi-mamiku, cerita di sekolah minggu untuk adik-adik manisku..

Hal-hal yang bikin gw tampak bodoh didepan banyak orang: nyanyi. Apalagi baca not!, dikelitikin.

Hobi: nulis, foto, baca novel dan opini para tokoh tentang kasus-kasus besar, telepon berjam-jam, smsan, bercanda gila bersama teman, gossip tentang cowo dan hated human, jalan jauh sama sohib sejiwa seminat, seide, dan segatau malu!

Hal-hal bahagia bersama para sahabat: masa SMA (berPRKria bersama teman-teman seperjuangan. SH TEAM n’ Mans, -gEzqw-) , DUREN alias 2.6 keren!!!, (B2Q, Vanes, Chepita, Ernita, Dwi, City, Boris, Josua, Pandu, Dani, all crew…miss you!!! Kapan Jahanam lagi???), SOC4 (Ika..Beni, Fidel, Topan, Anes Gukguk, Pa Japaya “ada apa gerangan dua gadis itu tertawa terus???” ngewarnet bareng ngurusin FS kalo gurunya gada… PASKIBRA 13 (angkatan 15. Where are u now?),  magang di INDOSIAR (TANDEM. Pingin lagiii… Mas Ipoenk, Mas San, Mas Wahyu, Mas Iwan Agung, Mas Farma, Mas Berry..Mbak Windu… kapan aku jadi wartawan seperti kalian???), ketawa-ketiwi di mobil Ega bersama Ega tentunya ya bareng temen-temen PRnya Ega, Foza, dan Diana. Pulang kuliah bareng naik bemo dan trans-J (masih ingatkah kalian sama si Cowo India nan mancung itu?).

Duuduk di teras memangku netbook sambil menuangkan semua ide yang berputar-putar di otakku menunggu giliran mereka berseluncur dari otak ke jemari-jemariku yang tak lentik tak juga gendut kemudian kata-kata itu melompat ke tuts-tuts keyboard dan tampil dengan font dan size yang kudesign menarik. Banggalah mereka bisa tampil di layar ditatap dengan penuh pengharapan oleh teman-temannya si beribu kata lain yang masih mengantri di otak, ingin sama seperti mereka ditatap hangat oleh sepasang mata coklatku.

Menghayalkan abang dan masa depanku bersamanya. Menjadi istri seorang dokter dengan dua pasang anak yang akan menjadi Zed Junior mewariskan marga dan cinta kasih kami. Dan harapan kami, mereka mewarisi semua telenta Papah mereka soal kepribadian, main, smart.

About Him

Minggu ini dia mengenakan kemeja lengan panjang dengan garis vertikal biru dan setelan celana panjang hitam. Berdiri dihadapan kami semua sambil memegang satu partitur lagu paduan suara yang harus bisa kami kuasai untuk September nanti. Wajahnya bulat dan berseni(banyak not menghias diwajahnya yang oriental bukan ciri khas suku kami, Batak!), tubuhnya 1 meter 65 centi, rambutnya keriting dengan jel rambut membuat penampilannya segar.  Fasih memainkan do re mi fa so la si do dengan segala tanda piano, cressendo, permata, do=G, dan semua tingkat kesulitan itu dia ajarkan kepada kami yang buta not sampai akhirnya kami dengan merdunya melantunkan syair-syair lagu dengan nilai tujuh untuk penilaian paduan suara! Terbukti di natal kemarin kami banyak memenuhi undangan natal. Wibawanya, ketegasannya, kepiawaiannya mampu mengikat konsentrasi kami untuk serius berlatih dan kami pun memberikan hormat penuh kepada dia sang pelatih. Sekalipun kami sering merasa takut ketika dia datang ke bangku kami untuk mengetes telinganya tepat di depan mulut kami. Dan ketika suara itu fals ia mengetukkan kerang merahnya 5 cm di depan mata kami. Ketakutan itu muncul lagi ketika dia sudah mulai risih dengan kesalahan yang kami buat untuk kesekian kali dan akhirnya dia menyuruh kami untuk bernyanyi sendiri-sendiri. Dan korban itu selalu berada di barisan alto. Barisan suara yang katanya harus menopang sopran ketika mulai memuncakkan nadanya sampai di 2 oktaf. Dan kami dengan pita suara yang tak sampai di nada do tinggi terpaksa harus menerima hukuman-hukuman sang pelatih hampir setiap minggu.  Dan si trouble maker alto itu adalah AKU!

Tas punggung hitam selalu ia panggul ditubuhnya yang tak jenjang. Jarak Halim-Walang ia tempuh dengan bis untuk sebuah pelayanan. Dan keletihan luar biasa itu ia gantikan dengan porsi besar makanan, bahkan masih cukup untuk nambah! Peluh keringat pasti menetes di keningnya dan membasahi bajunya yang selalu mencolok mata. Anak rantau!! Itulah alasan kenapa dia tak semodis pria seumurannya dan pergaulan di Jakarta. Apalagi gaya kampusnya pun tak mendorongnya untuk berusaha tampil sedap di mata. Alasan terkuat adalah dia anak Pendeta gereja kecil suku batak. Jadi sadar ekonomi. Lepas dari semua itu dia seorang yang bercita-cita dan pejuang keras untuk memetik apa itu yang disebut kesuksesan. Yagh..kami biasa memanggilnya Abang Zed.

<Photo 1>